Banten

Miris! Ayah Kandung Cabuli Anaknya Sendiri Hingga Hamil dan Melahirkan, Pelaku Ditangkap!

Andi Syafrani | 1 Juli 2025, 10:07 WIB
Miris! Ayah Kandung Cabuli Anaknya Sendiri Hingga Hamil dan Melahirkan, Pelaku Ditangkap!

AKURAT BANTEN - Di sebuah sudut di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sebuah kisah tragis mengguncang hati masyarakat. Seorang ayah berinisial MA tega melakukan perbuatan keji terhadap anak kandungnya sendiri, seorang gadis belia berusia 15 tahun, hingga korban hamil dan melahirkan.

Perbuatan biadab ini terungkap setelah polisi menerima laporan dan bergerak cepat untuk menangkap pelaku.

Namun, MA tak tinggal diam. Ia sempat berusaha melarikan diri bersama sang anak yang menjadi korban kekerasan seksual darinya, seolah ingin menyembunyikan dosa besar yang telah dilakukannya.

Baca Juga: Prabowo Beri Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya kepada Tiga Polisi Berprestasi

Kejadian ini pertama kali terendus oleh aparat kepolisian setelah adanya laporan dari masyarakat. Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Laurensius Madya Waine, menjelaskan bahwa Tim Resmob langsung bergerak setelah mendapatkan informasi.

“Kami kejar pelaku yang ternyata sedang berusaha kabur bersama korban. Untungnya, kami berhasil mengamankannya sebelum semuanya terlambat,” ujar Madya saat ditemui di Mapolres Majene, Selasa, 1 Juli 2025.

Penangkapan ini menjadi titik terang dalam pengungkapan kasus yang membuat bulu kuduk merinding.

Baca Juga: Pertamax Naik Lagi, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Non Subsidi Pertamina per 1 Juli 2025

Kronologi kejadian ini bermula pada 2023, saat MA mulai merayu anaknya sendiri untuk melakukan hubungan intim. Perbuatan tak bermoral ini berlangsung berulang kali selama kurang lebih dua tahun, hingga akhirnya korban hamil dan melahirkan.

“Pelaku memanfaatkan situasi rumah tangga yang broken. Ia sudah lama berpisah dengan istrinya, sehingga korban tinggal hanya berdua dengannya,” ungkap Madya.

Ketika kehamilan korban mulai terlihat pada awal 2025, MA membawa anaknya pindah ke sebuah indekos, seolah ingin menutupi perbuatannya dari sorotan publik.

Baca Juga: Robot Canggih hingga Konser Gratis, HUT ke-79 Bhayangkara di Monas Jadi Magnet Warga

Kondisi korban sendiri sungguh memprihatinkan. Gadis yang seharusnya menikmati masa remajanya kini harus menanggung trauma berat akibat ulah ayahnya sendiri.

Usai penangkapan pelaku, korban kini berada di bawah perlindungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Majene.

“Kami sedang berupaya memberikan pendampingan psikologis dan sosial untuk membantu korban pulih dari trauma yang dialaminya. Ini bukan perkara mudah, tapi kami berkomitmen untuk mendampinginya,” kata salah seorang pejabat dinas yang enggan disebutkan namanya. Bayi yang dilahirkan korban juga mendapatkan perhatian khusus dari pihak berwenang.

Baca Juga: GAJI TEMBUS PULUHAN JUTA: Jaminan PNS, Ini Detail Lengkap Gaji IPDN Terbaru dan Tunjangannya Dilengkapi Cara Daftar 2025

Sementara itu, MA kini mendekam di sel tahanan Polres Majene untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 81 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya tak main-main: penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Baca Juga: PECAH REKOR! Pemkot Tangsel Lantik 6.139 PPPK, Benyamin: Penantian 15 Tahun Kini Terbayar Lunas!

“Kami pastikan kasus ini ditangani secara serius. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” tegas Madya.

Proses hukum ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa tindakan kekerasan seksual, terlebih terhadap anak, adalah kejahatan yang tak bisa ditoleransi.

Baca Juga: Terekam CCTV! Wanita Modis Curi Kue di Toko Roti Kalideres, Aksinya Bikin Geleng-Geleng

Kasus ini juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dan keluarga dalam melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan, termasuk yang datang dari orang terdekat.

Baca Juga: LPG 3 Kg Tembus 3,49 Juta Ton! Pemerintah Siaga Jaga Distribusi Aman

Masyarakat Majene kini dihantui pertanyaan: bagaimana sebuah tragedi seperti ini bisa terjadi di tengah-tengah mereka? Pihak kepolisian mengimbau warga untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan segera melapor jika menemukan indikasi kekerasan atau pelecehan.

“Jangan ragu untuk melapor. Kita harus bersama-sama menjaga anak-anak kita agar tak jadi korban,” pungkas Madya, menyerukan solidaritas demi masa depan yang lebih aman bagi generasi mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC