Banten

Defisit APBN 2025 Diprediksi Melebar, Sri Mulyani: Belanja Negara dan Penerimaan Masih Jadi Tantangan

Andi Syafrani | 23 Juli 2025, 18:59 WIB
Defisit APBN 2025 Diprediksi Melebar, Sri Mulyani: Belanja Negara dan Penerimaan Masih Jadi Tantangan

AKURAT BANTEN - Pemerintah memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 akan lebih besar dari perkiraan semula.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa defisit diperkirakan mencapai 2,78 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), atau setara dengan Rp662 triliun.

Baca Juga: Fakta Penting! Kunci Slot Kamar Diplomat Arya Daru Ternyata Terkunci dari Dalam, Petunjuk Baru?

Angka ini meningkat dibandingkan dengan estimasi awal yang hanya sebesar 2,53 persen dari PDB, atau sekitar Rp616 triliun. Proyeksi terbaru ini disampaikan Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 22 Juli 2025.

“Kita lihat dari perkembangan pembahasan anggaran bersama DPR dan berbagai program prioritas yang sedang berjalan, outlook defisit 2025 diperkirakan melebar menjadi 2,78 persen terhadap PDB,” kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Tragis! Anggota TNI di Medan Tikam Istri 3 Kali hingga Tewas, Pelaku Ditangkap Usai Hendak Kabur

Menurutnya, pelebaran defisit ini tidak lepas dari meningkatnya kebutuhan belanja negara, baik untuk program perlindungan sosial, proyek infrastruktur, maupun sektor strategis lainnya. Di sisi lain, penerimaan negara belum tumbuh secepat yang diharapkan.

“Dari sisi belanja maupun penerimaan negara, keduanya mengalami tekanan. Belanja naik, sementara penerimaan masih butuh upaya ekstra untuk meningkat,” tambahnya.

Baca Juga: Miris! Gadis Penyandang Disabilitas di Polman Jadi Korban Pemerkosaan Bergilir, 8 Pria Jadi Tersangka

Hingga akhir Mei 2025, realisasi defisit APBN masih berada di angka yang relatif rendah, yakni sekitar Rp21 triliun atau 0,09 persen dari PDB. Namun Sri Mulyani menekankan bahwa angka tersebut belum mencerminkan beban fiskal di paruh kedua tahun ini.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan fiskal pada tahun depan akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi global, termasuk harga komoditas, suku bunga global, serta stabilitas nilai tukar rupiah. Semua faktor tersebut punya dampak signifikan terhadap postur anggaran.

Baca Juga: Polisi Gerebek Lokasi Pabrik Oli Palsu di Tangerang, 8 Orang Diamankan

Meski defisit membesar, pemerintah tetap berkomitmen menjaga agar anggaran tetap sehat dan disiplin. Menurut Menkeu, ruang fiskal masih cukup memadai untuk menjalankan program-program prioritas nasional tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Sri Mulyani juga memastikan bahwa pembiayaan defisit akan dilakukan secara hati-hati dengan memanfaatkan instrumen utang yang efisien serta mendorong optimalisasi pembiayaan kreatif non-utang. Pemerintah berharap belanja negara tetap berdampak langsung pada pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC