Banten

BPBD Kota Serang Petakan Wilayah Rawan Kekeringan dan Kebakaran Jelang Puncak Kemarau

Andi Syafrani | 31 Juli 2025, 13:51 WIB
BPBD Kota Serang Petakan Wilayah Rawan Kekeringan dan Kebakaran Jelang Puncak Kemarau

AKURAT BANTEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten mulai bergerak cepat menghadapi puncak musim kemarau 2025. Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak kemarau akan berlangsung hingga Agustus, dengan potensi kekeringan dan kebakaran di beberapa titik wilayah.

Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemetaan daerah rawan sekaligus menyosialisasikan langkah antisipasi kepada warga. Langkah ini dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi dampak kemarau.

Baca Juga: Diskon Pajak Edisi Kemerdekaan, Pemkot Tangerang Beri Keringanan PBB dan BPHTB Sepanjang Agustus

“Kita sosialisasikan kepada masyarakat, khususnya di wilayah terdampak, untuk menyiapkan dan menghemat air, serta mewaspadai potensi penyakit dan kebakaran,” ujar Diat di Serang, Kamis (31/7).

Berdasarkan catatan tahun 2024, sejumlah wilayah masuk kategori rawan kekeringan. Kecamatan Kasemen menjadi salah satu titik perhatian utama, meliputi Kelurahan Banten, Kasunyatan, Terumbu, dan Sawah Luhur.

Selain itu, beberapa daerah lain juga terpantau terdampak kemarau meski tidak terlalu ekstrem. Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Taktakan (khususnya Kelurahan Cibendung) serta sebagian Kecamatan Cipocok Jaya.

Baca Juga: Tom Lembong Resmi Ajukan Banding Soal Kasus Impor Gula, Kuasa Hukum: Tidak Ada Mens Rea

BPBD juga meminta masyarakat untuk mulai mengatur penggunaan air bersih secara bijak. Warga diimbau menyimpan cadangan air dan menjaga sumber air agar tidak cepat kering.

Terkait ancaman kebakaran, Diat menjelaskan koordinasi dilakukan bersama Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) sebagai pihak utama pendataan dan penanganan risiko. BPBD siap memberikan dukungan teknis jika dibutuhkan.

Baca Juga: Keluhan Seorang Warga Gagal Tarik Uang di ATM, Diduga Rekeningnya Terblokir

“Kami terus berkoordinasi dengan Damkar untuk memastikan kesiapan alat dan personel. Pencegahan kebakaran menjadi prioritas karena kondisi cuaca yang kering membuat potensi api lebih mudah menyebar,” jelasnya.

Selain itu, BPBD juga mendorong pemerintah kelurahan dan kecamatan untuk aktif mengedukasi warga terkait langkah pencegahan, mulai dari tidak membakar sampah sembarangan hingga mengawasi lahan kering di sekitar pemukiman.

Dengan langkah antisipasi ini, diharapkan masyarakat bisa lebih siap menghadapi puncak kemarau dan meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi, baik terkait ketersediaan air maupun risiko kebakaran.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC