Dari Masjid Raya ke Gaza, Bantuan Warga Tangerang Siap Tembus Blokade Palestina

AKURAT BANTEN - Komitmen kemanusiaan dari masyarakat Kota Tangerang kembali dibuktikan dengan aksi nyata. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang bersama Baznas dan Pemerintah Kota menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina senilai hampir Rp2 miliar.
Bantuan ini akan disalurkan melalui dua jalur, yaitu Mesir dan Yordania, guna memastikan distribusi logistik tepat sasaran di tengah kondisi krisis yang terus berlangsung.
Ketua Tim Aksi Peduli Palestina, Turidi, menegaskan bahwa tim dari Kota Tangerang akan terlibat langsung dalam proses pengawalan bantuan ke lokasi.
"InsyaAllah saya dengan Pak Khiyai Rasyid dan Anwar akan berangkat mengawal bantuan ini. Walaupun bantuan ini tidak terlalu besar, tetapi ini bagian dari kita untuk mengawal dan memastikan bahwa bantuan ini sampai ke rakyat Palestina," ujar Turidi saat pelepasan delegasi di Masjid Raya Al-A’zhom, Jumat (8/8/25).
Baca Juga: Tanjung Priok Kembali Telan Korban, Minibus Hantam Truk Akibatkan Luka Serius
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam gerakan kemanusiaan ini, bukan hanya pada satu momentum seremonial.
"Kami berharap bantuan ini tidak berhenti pada hari ini dan terus berlanjut sampai Palestina merdeka," katanya.
Turidi memaparkan bahwa total donasi yang berhasil dihimpun dari warga dan ASN Kota Tangerang mencapai Rp1.956.559.754.
Dana itu bersumber dari berbagai elemen, mulai dari pegawai pemerintah daerah hingga sumbangan masyarakat umum.
Baca Juga: Kiprah Ibu-Ibu PKK dalam Suksesnya Perayaan 17-an di Lingkungan Warga
"Rp. 918.500.000 (sembilan ratus delapan belas juta lima ratus ribu rupiah) Donasi Peduli Palestina dari Pegawai Pemda Kota Tangerang dan sisanya dari pengumpulan kami masyarakat. Total Dana Peduli Palestina 1.956.559.754," ungkapnya.
Bantuan akan disalurkan melalui mitra lembaga kemanusiaan resmi di luar negeri, agar distribusi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
"Jadi, dua jalur ini nanti kita akan bekerja sama dengan lembaga di Mesir di sana semacam Baznasnya dan juga kita akan mengantisipasi ada kekhawatiran, jadi semacam baznas dan sodakoh," tambahnya.
Ketua MUI Kota Tangerang, Ahmad Baijuri Khotib, menyampaikan bahwa pengiriman delegasi akan dilakukan dalam dua gelombang.
Ia juga menyoroti bahwa logistik menjadi kebutuhan utama warga Palestina saat ini, mengingat situasi masih sangat darurat.
"Ya, keliatannya kebutuhan hari ini lebih banyak dari bentuk logistik kalau nanti mungkin sudah merdeka dan kemudian butuh bantuan recovery, ya itu nanti. Ini kan masih situasinya masih seperti itu. Jadi, yang dibutuhkan kawan-kawan kita di sana adalah memang logistik. Ada dua jalur, karena pengungsi batasan dua titik itu subhanallah hari ini," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan dipastikan tidak mengalami kendala berarti.
"Tidak ada kendala, Alhamdulillah dan memang jalur-jalurnya sudah dibuka. Tidak, uangnya dari sini dan belanja di sana, disesuaikan dengan kebutuhannya," tuturnya.
Baca Juga: Makna Nasionalisme dalam Tradisi Lomba 17 Agustus
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi masyarakat dan kolaborasi antara lembaga keagamaan, pemerintah, serta komunitas lokal.
"Apresiasi kepada Ketua MUI sebagai inisiator, kemudian ketua panitia dan ketua baznas. Ini salah satu bentuk kolaborasi sinergi dalam penggalangan dana bantuan ke Palestina dan hari ini dilakukan pelepasan ke delegasi," ucapnya.
Ia pun mendoakan agar seluruh delegasi diberikan keselamatan dalam menjalankan misi kemanusiaan, serta kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
"Semoga delagasi ini bisa selalu diberikan perlindungan oleh Allah SWT dan diberikan kesehatan juga keselamatan. Kepada saudara kita di Palestina semoga selalu diberikan perlindungan, kekuatan oleh Allah SWT, dan kemerdekaan layaknya hak semua bangsa," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 2Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Viral! Pemilik Toko di NTT Gratiskan Susu Dan Popok Bayi untuk Korban Gempa: 'Kami Tidak Cari Untung'
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










