Banten

Bukan Biaya yang Sedikit, Pembuatan Film Animasi Merah Putih One For All Diduga Telan Anggaran Rp6,7 Miliar

Cooky T. Adhikara | 10 Agustus 2025, 18:35 WIB
Bukan Biaya yang Sedikit, Pembuatan Film Animasi Merah Putih One For All Diduga Telan Anggaran Rp6,7 Miliar

AKURAT BANTEN - Film animasi Merah Putih One For All saat ini tengah menjadi perhatian publik, lantaran kualitasnya diduga kurang menarik.

Film yang disutradarai oleh Endiarto dan Bintang Takari ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 14 Agustus 2025 mendatang.

Alih-alih mendapatkan pujian dari masyarakat Indonesia, film animator pertama bertemakan kebangsaan ini justru memuat beragam kritikan dari warganet.

Banyak yang menilai bahwa animasi ini kurang menarik terkait kualitas animasinya, dan tidak sedikit yang mbandingkan film ini dengan film animasi Indonesia lainnya.

Baca Juga: Heboh Animasi Merah Putih One For All Akan Tayang di Bioskop Tuai Kritik Warganet, Hingga Bandingkan dengan Film Jumbo

Ternyata, pembuatan film animasi Merah Putih One For All menghabiskan dana yang cukup fantastis, yakni diduga sebesar Rp6,7 miliar.

Film ini merangkul tema nasionalis dan baru saja merilis trailer resminya di saluran YouTube Historika Film.

Menurut @movreview dalam unggahan kolaborasi dengan Toto Soegriwo dan @/merahputihoneforall, film ini memiliki anggaran Rp 6,7 miliar dan diproduksi pada Juni 2025.

Baca Juga: Film Komedi Tinggal Meninggal Segera Tayang di Bioskop, Dibintangi Omara Esteghlal, Berikut Jadwal, dan Sinopsisnya

Kehadiran trailer ini memicu beragam reaksi di kalangan warganet. Sebagian memberikan dukungan penuh terhadap karya anak bangsa di industri animasi.

“Semangat animator-animator Indonesia. Terus berkarya dengan hati dan keyakinan kalau animasi Indonesia akan terus berkembang baik,” tulis @anggasasongko, di akun Instagram @folkative, pada Minggu 10 Agusstus 2025.

Namun, kritik juga muncul, terutama terkait kualitas visual dan alur cerita.

Beberapa warganet mempertanyakan optimalisasi anggaran, membandingkan dengan karya animasi lokal lain yang dinilai lebih baik, serta menyoroti kemungkinan peran pemerintah dalam proses produksi.

Baca Juga: PPATK Rampungkan Analisis 122 Juta Rekening Dormant, 90 Persen Sudah Aktif Kembali

Komentar yang muncul di antaranya:

“6,7 miliar? Harusnya bisa lebih bagus kualitasnya.” ujar akun @arkangymnastr.

“Salah satu bukti pemerintah kita tidak mau maju. Padahal kita punya Jumbo yang animasinya sekelas Disney.” ujar akun @
iqbalasseyka.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.