GMNI Kabupaten Tangerang Soroti Makna Kemerdekaan di Usia 80 Tahun

AKURAT BANTEN — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang, menilai peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia seharusnya menjadi momentum evaluasi, bukan sekadar seremonial.
Ketua GMNI Kabupaten Tangerang Endang Kurniawan berujar, kemerdekaan sejati belum sepenuhnya dirasakan rakyat, terutama di bidang ekonomi, pendidikan, dan keadilan sosial.
“Kalau bicara kemerdekaan secara ekonomi, pendidikan, dan keadilan sosial, itu masih jauh. Angka kemiskinan masih tinggi, pendidikan tertinggal, dan hukum sering tumpul ke atas, tajam ke bawah,” ujar Endang, Senin (12/08/2025).
Baca Juga: RAPBN 2026 Dinilai Jadi Titik Balik Penting untuk Program Strategis Pemerintah
Endang juga menyoroti fenomena bendera “One Piece” yang sempat ramai, sebagai bentuk kritik masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Ia menilai aksi tersebut sah sebagai wujud kebebasan berekspresi.
“Itu sah-sah saja, karena kebebasan berekspresi. Kadang pemerintah terlalu berlebihan menanggapinya, dan Presiden Prabowo sendiri juga tidak menganggapnya tabu,” katanya.
Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya diartikan sebagai lepas dari penjajah, tetapi juga diukur dari kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Menteri Arifah Fauzi Tegaskan Pentingnya Konten Media yang Ramah Anak
“Delapan puluh tahun bukan hanya angka, tapi bukti bangsa ini bertahan dari krisis politik, konflik internal, hingga tantangan global,” ujarnya.
Terkait Hari Ulang Tahun (HUT) RI tahun ini, Endang mengatakan GMNI Kabupaten Tangerang akan menggelar rapat internal malam ini untuk menentukan agenda.
“Biasanya ada konsolidasi isu daerah dan nasional, wisata religi ke makam pahlawan, hingga seminar. Kalau memang perlu, konsolidasi bisa berlanjut ke aksi massa,” jelasnya.
Baca Juga: KSPI Kabupaten Tangerang Siapkan Ribuan Buruh untuk Aksi Nasional 28 Agustus
Endang berharap pemerintah dapat lebih memprioritaskan pendidikan, mengurangi ketimpangan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pendidikan di Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, masih tertinggal. Harus ada prioritas,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







