143 Kasus Baru Penyakit Kusta Ditemukan di Kabupaten Tangerang

AKURAT BANTEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menemukan sebanyak 143 kasus baru penyakit kusta di wilayahnya. Jumlah ini merupakan hasil skrining periode triwulan ke dua, tepatnya pada Juni 2025.
"Tahun ini ada 143 kasus. Semuanya kasus baru yang diobatin," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi, Kamis (14/08/2025).
Ada pun kategori usia yang terpapar Virus Mycobacterium Leprae ini, kata Hendra, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto Kembali Nahkodai Sekjen PDIP, Pleno Perdana Langsung Putuskan
Hendra merinci, temuan kasus terbanyak terindentifikasi di Kecamatan Rajeg, Kosambi, Sepatan Timur dan Teluk Naga.
"Yang paling banyak itu 40 kasusnya di kecamatan (Rajeg)," tuturnya.
Hendra berujar, ratusan orang yang terpapar kusta telah dilakukan pengobatan. Bukan hanya terhadap pengidap, upaya pencegahan juga dilakukan terhadap keluarga pasien.
Baca Juga: Meriahkan HUT RI, Menteri Imipas Bagikan 5 Ribu Paket Sembako di Kabupaten Tangerang
"Itu kita obatin. Keluarganya kita lakukan pemeriksaan. Kemudian keluarganya kita lakukan pengobatan pencegahan," ujarnya.
Hendra menegaskan, penyakit kusta ini tidak menular darifaktor genetik. Penyebab penyakit ini murni karena paparan virus Mycobacterium Leprae.
"Jadi itu hanya faktor infeksi. Jadi enggak ada hubungan dengan keturunan. Enggak ada hubungan dengan genetik," jelasnya.
Baca Juga: Polres Metro Tangerang Kota Selidiki Dugaan Tindak Pidana Pencabulan oleh Guru terhadap Murid
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono melakukan kunjungan ke Kabupaten Tangerang dalam rangka memonitoring program penanggulangan penyakit kusta.
Diketahui, kabupaten yang berada di Provinsi Banten ini menjadi salah satu daerah yang dijadikan percontohan penanganan kusta oleh Kemenkes.
Selain Kabupaten Tangerang, ada pula daerah lain yang dijadikan percontohan, seperti Bekasi, Brebes, Jayapura, Sampang.
"Dan akan kita jadikan area dan lokus-lokus itu untuk percontohan penanganan kusta ini secara komprehensi
Dante mengungkapkan, stigma diskriminatif terhadap penderita kusta menjadi kendala dalam penanganan penyakit kusta. Sebab, masalah penanganan ini tidak hanya dapat diselesaikan oleh perawatan medis, melainkan juga dipengaruhi aspek sosial.
"Kendalanya adalah kesadaran masyarakat yang harus dikampanyekan. Agar dapat mudah terdeteksi serta tidak menularkan kasus baru," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








