Banten

Siswa asal Tangerang Tewas saat Ikut Demo, Dindikbud Banten Bakal Evaluasi Sekolah

A. Zaki Iskandar | 2 September 2025, 15:00 WIB
Siswa asal Tangerang Tewas saat Ikut Demo, Dindikbud Banten Bakal Evaluasi Sekolah

AKURAT BANTEN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten bakal mengevaluasi seluruh sekolah menengah atas (SMA) yang ada di wilayahnya. Hal ini dilakukan pasca insiden meninggalnya siswa asal Kabupaten Tangerang yang tewas saat ikut demonstrasi di Jakarta.

Diketahui, pelajar tersebut bernama Andika Lutfi Falah. Dia merupakan siswa kelas 2 di SMKN 14 Kabupaten Tangerang.

"Nanti juga kita kan melakukan rapat kembali. Kita akan melihat termasuk kejadian ini," ujar Plt (Penjabat Sementara) Kepala Dindikbud Provinsi Banten adalah Dr. Lukman, M.Pd, Selasa (02/09/2025).

Baca Juga: Innalillahi, Acil Bimbo Meninggal Dunia: Sosok Legendaris yang Dikenang Lewat Karya Abadi

"Kami terus melakukan koordinasi karena ini hari hari krusial, anak anak ini paling mudah," jelasnya.

Lukman berujar, insiden memilukan ini di luar dari kuasa pengawasan pihak sekolah. Sebab pada hari demonstrasi, Andika izin untuk pulang sekolah lebih awal dengan dalih mengantarkan ibunya berobat.

Terlebih, kata Lukman, Dindikbud telah melakukan imbauan kepada seluruh warga sekolah di Banten untuk tidak ikut berdemonstrasi.

Baca Juga: 8 Tuntutan Rakyat dan 17 Poin Penting Selama Demo yang Diinginkan Rakyat untuk Prabowo CS dan DPR di Senayan

"Kami dari tanggal 27 Agustus sudah membuat edaran imbauan agar anak-anak tidak mengikuti demo di Jakarta, tetapi ternyata anak anak ada yang bolos artinya terlepas dari pengawasan guru," jelasnya.

Lukman berharap, insiden serupa yang dialami oleh Andika tidak terjadi lagi pada pelajar lainnya.

"Oleh karena itu peristiwa ini jangan sampe terjadi kembali," jelasnya.

Baca Juga: Duka di Balik Demo Jakarta: Pelajar Tangerang Tewas, Mahasiswa Pilih Jaga Kondusifitas

Sebelumnya diberitakan, pelajar asal Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Andika Lutfi Fala, menjadi korban meninggal dalam aksi kericuhan di Jakarta pada 28 Agustus 2025.

Ketua RT tempat korban tinggal, Sugiono menjelaskan, Andika mengalami benturan benda tumpul pada bagian kepalanya.

"Almarhum izin pulang sebentar ke pihak sekolah untuk mengantar ibunya berobat, setelah itu, pihak sekolah telepon, menghubungi pihak keluarga karena korban enggak balik lagi ke sekolah," kata Sugiono, Senin (01/09/2025).

Andika hilang kabar selama satu hari. Pada Jumat (29/08/2025) pihak keluarga mendapatkan kabar dari media sosial bahwa pelajar yang lahir pada Mei 2009 itu telah kritis di Rumah Sakit Mintoharjo.

"Memang kritis, koma, terkait benturan itu tidak tau persis apakah dia jatuh itu hasil medisnya memang ada benturan tapi pihak keluarga tidak tahu," kata Sugiono.

Korban dirawat sejak Kamis 28 Agustus dan menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin 1 September 2025.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.