Presiden Prabowo Siapkan Bantuan Menyeluruh untuk Korban Kericuhan Demonstrasi

Akurat Banten - Pemerintah memastikan bahwa para korban dalam insiden demonstrasi yang berakhir ricuh, baik dari kalangan masyarakat sipil maupun aparat, tidak akan dibiarkan menghadapi kesulitan sendirian.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian penuh terhadap kondisi mereka yang terdampak.
"Iya ada, pasti ada perhatian itu. Ya tidak hanya yang di Jakarta tetapi Presiden juga memperhatikan yang di luar daerah seperti di Makassar. Presiden sangat punya perhatian terhadap korban, tidak hanya yang dari sipil, tapi juga dari aparat, ada juga yang jadi korban serius. Presiden punya perhatian khusus," ujar Saifullah.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menuturkan bahwa bantuan yang disiapkan pemerintah akan menyesuaikan kebutuhan masing-masing korban.
Pendataan kini tengah dilakukan secara lintas kementerian dan lembaga agar setiap bentuk bantuan bisa tepat sasaran.
Bantuan yang dirancang tidak sekadar berupa santunan tunai, melainkan juga bisa dalam bentuk biaya pendidikan bagi anak korban, pembangunan atau perbaikan rumah, hingga program jaminan sosial yang relevan dengan situasi mereka.
Baca Juga: Geger! Penemuan 5 Jasad Terkubur Dipakarangan Rumah Mewah di Indramayu, Diduga Korban Pembunuhan
Tak hanya itu, biaya pengobatan bagi mereka yang mengalami luka akibat bentrokan juga akan ditanggung, sementara keluarga korban meninggal akan memperoleh dukungan tambahan dari negara.
"Pasti dapat perhatian sesuai dengan kebutuhannya. Jadi ada biaya pengobatan, kalau yang wafat ada biaya untuk keluarganya berupa perumahan atau hal-hal lain yang dibutuhkan," tambahnya.
Menurutnya, pendekatan ini menegaskan bahwa negara hadir untuk semua pihak yang menjadi korban, tanpa membedakan apakah mereka berasal dari kelompok masyarakat biasa atau aparat yang sedang bertugas.
"Pada dasarnya Presiden akan memberikan bantuan yang diperlukan bagi para korban, dua-duanya ya masyarakat maupun aparat," imbuh Gus Ipul.
Mengenai pendanaan, ia menyebutkan bahwa bantuan bisa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), partisipasi sektor swasta, maupun kontribusi langsung dari Presiden.
"Tentu ada yang dari APBN, nanti tentu ada dari swasta kan banyak sekali yang bantu. Tapi khusus ada perhatian sendiri dari Presiden. Itu bantuannya seperti apa nanti kita lihat," jelasnya.
Sejumlah langkah lanjutan kini tengah digodok pemerintah agar proses pendataan bisa selesai dengan cepat, sehingga bantuan segera disalurkan.
Pemerintah juga mengupayakan agar mekanisme pemberian bantuan berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, mengingat isu kericuhan ini menyedot perhatian publik.
Kementerian Sosial memastikan koordinasi dengan kementerian lain, termasuk Kementerian Kesehatan serta Kementerian PUPR, demi memastikan kebutuhan korban bisa ditangani secara menyeluruh.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Perkuat Kesiapsiagaan Wilayah, Maryono: Keselamatan Warga Prioritas Utama
Bagi keluarga korban yang kehilangan anggota, negara akan memberikan santunan jangka panjang agar mereka tidak jatuh ke dalam kesulitan ekonomi.
Sementara itu, bagi korban yang mengalami luka berat, pemerintah juga menyiapkan skema perawatan lanjutan agar proses pemulihan berjalan optimal.
Langkah cepat pemerintah ini diharapkan mampu meringankan beban para korban sekaligus menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam memberikan perlindungan bagi seluruh warga negara.
Dengan demikian, perhatian negara bukan hanya simbolik, tetapi diwujudkan dalam bentuk nyata yang bisa langsung dirasakan oleh mereka yang terdampak.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










