Banten

KPAI: Pelajar Tangerang Tewas Akibat Kekerasan Saat Aksi Demo 28 Agustus

A. Zaki Iskandar | 3 September 2025, 12:53 WIB
KPAI: Pelajar Tangerang Tewas Akibat Kekerasan Saat Aksi Demo 28 Agustus

AKURAT BANTEN - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan pelajar asal Tangerang, Andika Lutfi Falah (16), meninggal dunia akibat kekerasan dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada 28 Agustus 2025.

"Saya sampaikan Andika tidak sakit dan dia pada kondisi sehat bugar sebelum aksi," ujar Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini di Tangerang, Rabu (03/09/2025).

"Iya ada (kekerasan), memang ada," jelasnya.

Baca Juga: ‘Profesor R’ Ditangkap Polisi! Dalang Penyebar Tutorial Bom Molotov Untuk Berbagai Aksi Demo Di Jakarta, Kini Terbongkar!

Diyah membeberkan, keberadaan Andika sempat tidak terdeteksi pasca-kericuhan karena korban tidak membawa kartu identitas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh KPAI, Andika mengalami kekerasan saat kericuhan terjadi di Kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.

"Kami koordinasi hari Jumat, Andika ini terlewat karena dinkes sudah kami minta untuk menyisir semua rumah sakit di sekitar tempat aksi, itu enggak ada yang anak, ternyata ini kelewat karena enggak ada identitas dan fisiknya besar," bebernya.

Baca Juga: Serah Terima Aset Air Bersih Disorot, Aktivis: Potensi Bom Waktu Bila Tanpa Transparansi

Atas kasus ini, KPAI bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan sepakat memperkuat kerja sama dalam Kerja Sama untuk Pencegahan Penyiksaan (KuPP). Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terulangnya kekerasan terhadap anak dalam aksi massa.

"Bahwa sikap represif dari aparat penegak hukum, kita kemarin di KuPP sepakat jangan sampai terulang, maka harus ada upaya perlindungan," jelasnya.

Kerjasama antar lembaga ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan anak dan stigma negatif terhadap korban aksi demo.

Baca Juga: Kementerian PU Gerak Cepat Rehabilitasi Fasilitas Umum Usai Aksi Aspirasi Publik

"Jangan sampai ada kesan negatif bahwa alm ini tidak baik, kita harus buka persepsi semuanya bahwa anak boleh sampaikan pendapat di muka umum, itu juga kebebasan berpartisipasi termasuk sipil," tuturnya.

Sebelumnya diwartakan, pelajar asal Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Andika Lutfi Fala, menjadi korban meninggal dalam aksi kericuhan di Jakarta pada 28 Agustus 2025.

Ketua RT tempat korban tinggal, Sugiono menjelaskan, Andika mengalami benturan benda tumpul pada bagian kepalanya.

"Almarhum izin pulang sebentar ke pihak sekolah untuk mengantar ibunya berobat, setelah itu, pihak sekolah telepon, menghubungi pihak keluarga karena korban enggak balik lagi ke sekolah," kata Sugiono, Senin (01/09/2025).

Andika hilang kabar selama satu hari. Pada Jumat (29/08/2025) pihak keluarga mendapatkan kabar dari media sosial bahwa pelajar yang lahir pada Mei 2009 itu telah kritis di Rumah Sakit Mintoharjo.

Baca Juga: Suara Buruh hingga Tokoh Agama Menggema di Istana, Prabowo Janjikan Aksi Nyata

"Memang kritis, koma, terkait benturan itu tidak tau persis apakah dia jatuh itu hasil medisnya memang ada benturan tapi pihak keluarga tidak tahu," kata Sugiono.

Korban dirawat sejak Kamis 28 Agustus dan menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin 1 September 2025.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.