Dana Rp425 Triliun Bakal 'Turun Gunung'! Ini Strategi Berani Presiden Prabowo untuk Gerakkan Ekonomi Rakyat

AKURAT BANTEN-Di tengah tantangan ekonomi global, Presiden Prabowo Subianto membuat langkah berani dengan menyetujui usulan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menarik dana pemerintah yang selama ini 'parkir' di Bank Indonesia.
Langkah strategis ini bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian dari bawah, langsung ke masyarakat.
Pemerintah berencana mengambil dana sebesar Rp425 triliun yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembayaran Anggaran (SiLPA).
Dana jumbo ini sebenarnya adalah uang negara yang mengendap di rekening pemerintah di Bank Indonesia.
Menurut Menteri Keuangan Purbaya, kondisi ini ibarat menaruh deposito di bank, di mana uang tersebut tidak bergerak dan tidak memberikan dampak langsung pada ekonomi riil.
Dengan menarik dana ini, pemerintah ingin memastikan uang tersebut tidak hanya berputar di instrumen keuangan seperti Surat Utang Negara (SUN), melainkan benar-benar mengalir ke sektor riil yang menyentuh langsung aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kita minta ke BI tidak diserap uangnya. Jadi, uangnya betul-betul ada (dalam) sistem perekonomian sehingga ekonominya bisa jalan," tegas Menkeu Purbaya.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan dana negara tidak hanya menjadi angka di laporan keuangan, tetapi menjadi mesin penggerak yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi.
Langkah Berani Tanpa Takut Inflasi?
Tentu, banyak yang bertanya-tanya, apakah langkah ini tidak akan memicu inflasi? Menkeu Purbaya memberikan penjelasan yang menenangkan.
Menurutnya, selama pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di bawah potensi maksimalnya (yang ia perkirakan di 6,5% atau lebih), injeksi dana ini justru akan menjadi stimulus yang positif, bukan pemicu inflasi.
"Ruang kita untuk tumbuh lebih cepat, terbuka lebar, tanpa memancing inflasi," jelas Purbaya, mantan Kepala LPS.
Data menunjukkan bahwa sejak krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum pernah menyentuh angka 6,5%.
Ini artinya, ada ruang besar bagi ekonomi untuk tumbuh lebih cepat dan lebih kuat.
Dengan dana Rp425 triliun yang dialirkan langsung ke masyarakat, diharapkan daya beli meningkat, UMKM bergairah, dan lapangan kerja baru tercipta.
Langkah ini adalah sebuah terobosan yang patut dinanti. Ini bukan sekadar kebijakan fiskal biasa, melainkan sebuah strategi untuk menyuntikkan "energi baru" ke dalam jantung perekonomian Indonesia (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










