Banten

Begini Aktivitas IB Sebelum Habisi Istri dan Anak di Menes

Irsyad Mohammad | 12 September 2025, 22:09 WIB
Begini Aktivitas IB Sebelum Habisi Istri dan Anak di Menes

AKURAT BANTEN - Warga Kampung Sindangresmi, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, digegerkan oleh peristiwa tragis pada Kamis (11/9/2025) dini hari.

Seorang pria berinisial IB (24) diduga membunuh istrinya, IS (24), dan anaknya, AK (10 bulan), di rumah mereka sendiri.

Kanit PPA Satreskrim Polres Pandeglang, Ipda Robert Sangkala, menceritakan bahwa rangkaian peristiwa bermula pada malam sebelumnya.

Baca Juga: Tragedi Pandeglang: Dugaan Judi Online di Balik Aksi Sadis Suami Habisi Keluarga

Pada Rabu (10/9/2025) sekitar pukul 19.30 WIB, IB sempat terlihat menemani temannya berbincang di depan rumah mertuanya.

"Sekitar jam setengah delapan malam, pelaku masih ngobrol dengan temannya di depan rumah orang tua korban. Tidak ada tanda-tanda keributan," ujar Robert.

Selanjutnya, sekitar pukul 20.00 WIB, IB masuk ke rumahnya. Namun, pada pukul 00.00 WIB, ia kembali keluar.

Baca Juga: Rumah Roboh di Pondok Cabe Ilir, 84 Jiwa Terdampak

"Jam dua belas malam, pelaku keluar rumah. Belum jelas ke mana ia pergi," jelasnya.

Kemudian, pada pukul 03.00 WIB, IB kembali ke rumah. Saat tiba, ia sempat memanggil mertuanya untuk membukakan pintu pagar agar bisa memasukkan motor.

"Pelaku sempat meminta tolong mertuanya membukakan pintu. Setelah itu rumah kembali sepi," kata Robert.

Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp13,9 Triliun, 18,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras Empat Bulan Berturut-turut

Keesokan harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, ayah korban, Jajang Sudrajat, curiga lantaran rumah anaknya tidak menunjukkan aktivitas seperti biasanya. Ia berinisiatif mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban.

"Karena dipanggil tidak ada respons, akhirnya pintu rumah didobrak oleh orang tua korban," ungkap Robert.

Saat pintu terbuka, IS ditemukan dalam posisi terlentang bersama bayi AK yang sudah tidak bernyawa.

Di sisi lain, IB ditemukan dengan tubuh berlumuran darah akibat luka sayatan di tangan dan leher, diduga karena upaya bunuh diri.

"Posisi ibunya terlentang masih bersama anaknya yang sudah meninggal dunia. Sedangkan suaminya berlumuran darah, ada bekas sayatan di tangan dan leher," jelas Robert.

Baca Juga: Dinkes Kota Tangerang Sidak Kantin Sekolah, Uji Sampel Jajanan Anak dengan Tes Kit

Warga yang menemukan IB masih bernapas langsung membawanya ke RS Aula Pandeglang. Namun, sekitar pukul 11.45 WIB, IB dinyatakan meninggal dunia.

Dalam olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah golok, kabel listrik, pakaian korban yang berlumuran darah, serta ponsel milik korban dan pelaku.

Polisi juga menemukan bekas luka cekikan pada leher IS dan bayi AK.

"Diduga korban dibunuh saat sedang tidur. Ada bekas cekikan di leher istri maupun anaknya," tambah Robert.

Mengenai penyebab kematian, pihak kepolisian sempat menawarkan otopsi. Namun, keluarga korban menolak dengan alasan tertentu.

"Otopsi tidak dilakukan karena keluarga menolak dan sudah membuat pernyataan resmi," ujarnya.

Robert menegaskan, penyidikan kasus ini tidak bisa dilanjutkan karena terduga pelaku sudah meninggal dunia.

"Namun, jika ke depan ditemukan bukti adanya pelaku lain, maka perkara tetap akan dilanjutkan," pungkasnya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.