Stok Bulog Tangerang Melimpah di Tengah Isu Beras Oplosan

AKURAT BANTEN - Perum Bulog Cabang Tangerang memastikan ketersediaan beras di wilayah Tangerang Raya dalam kondisi aman, meski mencuat isu beredarnya beras oplosan di sejumlah daerah.
Kepala Bulog Cabang Tangerang Omar Sharif menyebutkan, saat ini pihaknya menyimpan sekitar 80.000 ton beras di Gudang Kota Tangerang dan Gudang Cikande. Jumlah tersebut jauh di atas kebutuhan rata-rata wilayah Tangerang Raya yang mencapai 4.000 ton per bulan.
“Artinya, stok beras Bulog masih sangat aman untuk mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Omar dikutip Senin (15/9/2025).
Baca Juga: Gedung DPRD Kota Kediri Terbakar, Relokasi Disorot Usai Tinjauan Menteri PU
"Kemudian, permintaan terhadap beras SPHP cukup banyak dari pemda setempat untuk gerakan pangan murah,"
Untuk harga, Bulog menyalurkan beras SPHP dengan harga penebusan sesuai Harga Eceran Terendah (HET) Rp11.000 per kilogram.
Sementara harga jual di pasar dibatasi maksimal Rp12.500 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Penyaluran dilakukan melalui tonggoh pasar, koperasi desa, hingga Gerakan Pangan Murah (GPM).
Baca Juga: 60 Persen UMKM di Kabupaten Tangerang Sudah Miliki NIB
Bulog juga menyiapkan diri sebagai pemasok beras, gula, dan minyak untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Setiap koperasi nantinya dapat mengambil maksimal 2 ton beras dengan harga sama sesuai ketentuan penebusan terendah.
Omar menjelaskan, pengawasan distribusi SPHP dilakukan oleh Satgas Pangan yang melibatkan Pemda, Bulog, dan aparat keamanan. Mitra toko juga diwajibkan menandatangani surat pernyataan agar tidak menyalahgunakan beras SPHP.
“Jika masih ditemukan praktik beras oplosan, mitra toko bisa langsung di-blacklist dari daftar penyalur Bulog,” tegasnya.
Baca Juga: Heboh Video Prabowo Tayang di Bioskop: Antara Iklan Layanan Masyarakat dan Sorotan Publik
Selain itu, kata Omar, pihaknya juga menerapkan aplikasi Klik SPHP untuk mencatat data distribusi beras secara real time. Aplikasi ini sekaligus berfungsi sebagai sistem pemesanan, meski sejumlah mitra toko masih terkendala dalam proses verifikasi dokumen.
Adapun fenomena penutupan sementara penggilingan beras yang marak di beberapa daerah, hingga kini belum terpantau di wilayah Tangerang Raya.
Kendati demikian, Omar mengingatkan agar pemilik penggilingan tidak sembarangan menjual beras yang tidak sesuai kualitas ataupun menyalahgunakan merek dagang.
"Kita juga sudah mengingatkan kepada mereka lalui surat pernyataan untuk tidak menyalahgunakan beras yang sudah kita salurkan," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










