Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Kali Ciliwung Jagakarsa, Polisi Lakukan Penyelidikan

Akurat Banten - Warga Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di aliran Kali Ciliwung.
Peristiwa ini terjadi tepatnya di Jalan Tanjung Barat Blok Buni RT 09/RW 01, dan langsung menarik perhatian warga sekitar.
"Ditemukan Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB di Kali Ciliwung yang melintasi wilayah Lenteng Agung," ujar Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi.
Menurut Nurma, sebelum penemuan itu, sejumlah warga sedang memancing di pinggir kali ketika melihat sosok mayat yang mengapung di arus sungai.
Melihat kejadian itu, dua saksi segera menghubungi Roni, Babinkamtibmas Kelurahan Lenteng Agung, untuk melaporkan temuan tersebut.
Laporan resmi tercatat pukul 18.00 WIB, dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian serta tim pemadam kebakaran setempat.
"Mayat berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.20 WIB oleh tim Rim Damkar Jagakarsa dengan bantuan kantong mayat dan tali tambang," kata Nurma.
Petugas kepolisian pun langsung melakukan pengecekan menyeluruh di lokasi penemuan mayat untuk memastikan kronologi kejadian.
Selain itu, jenazah yang telah dievakuasi kemudian dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara identitas korban masih belum dapat dipastikan, dan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih mendalam.
Baca Juga: Naas! Niat Baik Berujung Kerugian: Gerai Es Teh di Amuk ODGJ
Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil visum dan identifikasi untuk mengetahui penyebab kematian.
Warga sekitar menyebut bahwa kali tersebut biasanya ramai dikunjungi untuk aktivitas memancing, namun arusnya cukup deras pada sore hari sehingga menemukan mayat cukup mengejutkan.
Polisi menghimbau agar warga tetap waspada dan tidak mendekati area aliran kali sebelum proses penyelidikan selesai.
Saksi mata menuturkan, mayat tampak dalam kondisi mengapung dan tidak bergerak ketika pertama kali dilihat oleh mereka.
"Begitu saya lihat, langsung kaget dan melapor ke Babinkamtibmas," ungkap salah satu saksi.
Evakuasi mayat dilakukan dengan cepat untuk mencegah gangguan pada arus lalu lintas sungai dan menjaga keselamatan warga yang berada di lokasi.
Petugas Damkar membawa jenazah ke tepi sungai menggunakan alat pengaman, termasuk kantong mayat dan tali khusus, agar proses evakuasi berjalan lancar.
Kapolsek menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan tidak ada bukti yang terlewat.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan penyebab kematian apakah karena kecelakaan, penganiayaan, atau faktor lain.
Polisi juga telah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan melakukan pendataan saksi untuk mendapatkan informasi lebih akurat.
Warga setempat berharap proses identifikasi dan penyelidikan segera selesai sehingga keluarga korban dapat mengetahui kabar pasti.
Nurma menambahkan bahwa seluruh anggota kepolisian bekerja maksimal untuk menangani kasus ini dengan seksama dan hati-hati.
Mayat laki-laki yang ditemukan di Kali Ciliwung itu kini berada di RS Polri untuk pemeriksaan forensik lebih mendalam.
Pihak kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya di media sosial.
Dari laporan awal, belum ditemukan barang-barang yang mencurigakan di sekitar mayat yang bisa menjadi petunjuk tambahan.
Tim identifikasi sedang berusaha mengungkap identitas korban melalui pemeriksaan sidik jari dan ciri fisik lainnya.
Sementara itu, sejumlah warga yang sempat melihat proses evakuasi mengaku terkejut dan khawatir, mengingat arus Kali Ciliwung cukup deras pada sore hari.
Baca Juga: Bukan Rp15 Ribu! Badan Gizi Nasional Bongkar Anggaran Asli Makan Gratis: Ternyata Cuma Segini!
Polisi menekankan pentingnya keselamatan bagi warga yang berada di sekitar aliran sungai untuk menghindari insiden serupa di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung, dan polisi berkomitmen untuk mengungkap fakta di balik penemuan mayat tersebut.
Nurma menutup pernyataannya dengan menghimbau masyarakat agar tetap melapor jika menemukan hal mencurigakan di sekitar Kali Ciliwung.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










