Kalideres Membara! 2.000 KK Melawan Proyek Krematorium "Siluman", Pramono Anung Dibuat Terperanjat!

"Kalideres memanas! 2.000 KK di Citra 2 kompak lawan proyek krematorium 'siluman' yang berdiri di samping sekolah & pom bensin. Gubernur Pramono Anung kaget dan janji audit total! Simak kronologi dan alasan warga tolak keras proyek tanpa IMB ini."
AKURAT BANTEN – Kawasan Kalideres, Jakarta Barat, kini berada dalam tensi tinggi. Bukan karena isu kriminalitas biasa, melainkan gelombang perlawanan masif dari sedikitnya 2.000 Kepala Keluarga (KK) di RW 19 Kompleks Citra 2, Kelurahan Pegadungan, adanya pembangunan Krematorium Kalideres.
Mereka bersatu padu menghadang pembangunan sebuah krematorium yang dijuluki warga sebagai "Proyek Siluman."
Kemunculan proyek ini begitu mendadak dan misterius hingga membuat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terperanjat saat mendengar kabar tersebut di Balai Kota.
Kronologi Proyek "Siluman" yang Memicu Amarah
Tanpa ada angin maupun hujan, alat-alat berat mulai merangsek masuk ke pemukiman warga pada 9 Februari lalu.
Kuku Muliyanto, tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sikap tertutup pihak pengembang dan instansi terkait.
"Kami merasa tidak dianggap sebagai manusia. Tidak ada sosialisasi, tidak ada diskusi. Tiba-tiba paku bumi ditanam di depan mata kami. Dari 2.000 KK, tak satu pun yang diajak bicara!" tegas Kuku dengan nada tinggi.
Kecurigaan warga semakin menguat karena di lokasi proyek seluas 57.175 meter persegi tersebut, tidak ditemukan papan informasi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang transparan.
Lokasi yang dijaga ketat oleh oknum ormas ini seolah-olah beroperasi di luar radar pengawasan publik.
Baca Juga: 'Kalau Kaya, Bayar Sendiri!' – Kritik Menohok Cinta Laura Soal Skandal 'Salah Sasaran' Beasiswa LPDP
Tiga Alasan Perlawanan Sengit Warga
Warga menegaskan bahwa penolakan mereka didasari oleh alasan teknis dan keamanan yang sangat krusial, bukan sekadar masalah emosional:
Zonasi yang Berbahaya (Safety Hazard): Lokasi krematorium berdiri tepat bersisian dengan SPBU (Pom Bensin). Risiko kebakaran menjadi ancaman nyata yang membayangi nyawa ribuan warga.
Dampak Psikologis Anak Sekolah: Proyek ini dikepung oleh fasilitas pendidikan, salah satunya Sekolah Dian Harapan (SDH). Warga mengkhawatirkan dampak trauma psikologis pada siswa yang setiap hari harus menyaksikan aktivitas kedukaan dan mendengar sirene ambulans selama 24 jam.
Alih Fungsi Lahan Publik: Lahan yang merupakan aset Pemprov DKI dan selama ini berfungsi sebagai lapangan sepak bola (Fasos/Fasum) justru "dirampok" fungsinya menjadi rumah duka tanpa persetujuan warga sekitar.
Baca Juga: Viral! Aksi Kejam Pencuri di Bogor: Kambing Dijagal di Lokasi, Hanya Sisakan Jeroan dalam Karung
Pramono Anung Terperanjat: "Saya Akan Audit Total!"
Kegaduhan di Kalideres akhirnya memancing reaksi keras dari orang nomor satu di Jakarta.
Gubernur Pramono Anung mengaku kaget dengan adanya demo besar-besaran yang dipicu oleh proyek tersebut.
"Untuk krematorium, saya akan dalami. Saya memang melihat ada warga yang melakukan protes. Saya kaget ketika ada demo-demo itu," tegas Pramono di Balai Kota, Senin (23/2/2026).
Mantan Sekretaris Kabinet ini berjanji akan melakukan Audit Total terhadap dua hal:
- Legalitas Perizinan: Memeriksa apakah ada prosedur yang "dilompati" atau ada oknum yang bermain di balik izin yang tiba-tiba terbit pada 6 Februari 2026.
- Kesesuaian Tata Ruang: Meninjau kembali kelayakan pembangunan krematorium di lokasi yang sangat padat dan bersinggungan dengan fasilitas publik vital.
Baca Juga: Misteri Kematian NS di Sukabumi: Tubuh Penuh Luka Bakar, Isak Tangis Ibu Kandung Tuntut Keadilan
Bola Panas di Tangan Pemerintah
Kini, aktivitas di lokasi proyek terhenti sementara setelah desakan massa yang tak terbendung. Namun, warga RW 19 tidak akan berhenti di situ.
Mereka tengah menyiapkan langkah hukum dan audiensi ke Komisi A DPRD DKI Jakarta untuk memastikan proyek siluman ini dihentikan secara permanen.
Kalideres masih membara. Akankah suara 2.000 KK didengar, ataukah kepentingan proyek "tak bertuan" ini akan tetap melaju di atas keresahan warga?
Publik Jakarta kini menanti pembuktian janji tegas dari Pramono Anung (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










