Banten

Parung Panjang Berdarah Lagi! Warga Tangerang Tewas Tergilas, Dedi Mulyadi: Nyawa Rakyat Bukan Tumbal Tambang!

Abdurahman | 20 Februari 2026, 07:29 WIB
Parung Panjang Berdarah Lagi! Warga Tangerang Tewas Tergilas, Dedi Mulyadi: Nyawa Rakyat Bukan Tumbal Tambang!

AKURAT BANTEN – Jalur maut Parung Panjang kembali memakan tumbal. Seorang pengendara sepeda motor asal Kabupaten Tangerang, berinisial WS, tewas mengenaskan setelah tergilas roda raksasa truk tambang di Jalan Raya Moh Toha, Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Tragedi memilukan ini memicu reaksi keras dari tokoh publik Dedi Mulyadi yang menyebut situasi ini sudah di luar batas kemanusiaan.

Baca Juga: Dosa Besar PO Cahaya Wisata Trans Terbongkar! Sopir Cuma Tes Parkir, Nyawa 16 Penumpang Melayang di Tol Krapyak

Kronologi Horor: Terjepit di Antara Raksasa Besi

Insiden berdarah ini bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor melaju di tengah kepungan truk-truk tambang yang mendominasi jalanan.

Di sebuah jalanan menurun, sebuah truk jenis colt diesel diduga kehilangan kendali akibat rem blong atau jalanan yang licin.

Naas bagi WS, ia tak sempat menghindar. Tubuhnya terhempas dan langsung masuk ke kolong truk hingga tergilas.

Korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, menambah panjang daftar hitam "jalur tengkorak" yang menghubungkan Bogor dan Tangerang tersebut.

Baca Juga: Klub Sepak Bola di Luar Negeri Milik Orang Indonesia: 7 di Eropa dan 1 di Australia

Dedi Mulyadi Meledak: "Rakyat Bukan Tumbal!"

Kabar duka ini sampai ke telinga Dedi Mulyadi (KDM). Dengan nada bicara yang tinggi dan penuh empati, mantan Bupati Purwakarta ini memberikan pernyataan menohok yang ditujukan kepada para pengusaha tambang dan otoritas terkait.

"Nyawa rakyat itu mahal harganya! Jangan sampai operasional tambang yang menguntungkan segelintir orang justru menjadikan rakyat kecil sebagai tumbal di jalan raya," tegas Dedi Mulyadi.

Dedi menyoroti ketimpangan yang terjadi: masyarakat membayar pajak kendaraan untuk fasilitas jalan yang layak, namun kenyataannya jalanan tersebut justru dirusak dan dikuasai oleh truk-truk bertonase besar yang seringkali melanggar jam operasional.

Baca Juga: Guncang Dunia! RI dan 7 Negara Muslim Bersatu 'Kepung' Israel Terkait Pencaplokan Tepi Barat

Peringatan Mengerikan: Hentikan atau Ditutup!

Bukan sekadar kata-kata, KDM memberikan peringatan yang sangat tajam bagi siapa pun yang abai terhadap keselamatan warga di Parung Panjang:

Keselamatan Tanpa Kompromi: Dedi menuntut penegakan hukum yang tegas terhadap truk-truk "nakal" yang masih nekat beroperasi di luar jam yang ditentukan.

Audit Truk Tambang: Ia mendesak adanya pengecekan kelaikan kendaraan (KIR) yang lebih ketat, mengingat banyaknya kecelakaan yang disebabkan oleh rem blong.

Pesan untuk Pengusaha: "Jangan hanya ambil untungnya saja, tapi hargai hak hidup orang lain di jalan raya!"

Baca Juga: Muncul Titik Misterius di Map Solo: Fenomena 'Tembok Ratapan' di Rumah Jokowi yang Bikin Heboh Jagat Maya

Jeritan Warga Tangerang dan Bogor

Tragedi yang menimpa warga Tangerang ini kembali membangkitkan amarah warga sekitar Parung Panjang.

Selama bertahun-tahun, mereka hidup dalam bayang-bayang ketakutan setiap kali harus melintasi jalur tersebut.

Debu, jalan rusak, dan ancaman kecelakaan maut menjadi "makanan" sehari-hari.

Kini, publik menunggu langkah nyata dari pemerintah provinsi dan aparat penegak hukum.

Apakah nyawa WS akan menjadi yang terakhir, ataukah jalur Parung Panjang akan terus memakan korban selama kepentingan tambang masih berada di atas keselamatan rakyat? (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman