Djamari Chaniago Ultimatum Kostrad Tingkatkan Daya Gempur Tak Ada Ruang untuk Kelalaian Sekecil Apa Pun
Akurat Banten - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengingatkan jajaran Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat agar terus mengasah kemampuan tempur sebagai kekuatan utama pertahanan darat Indonesia.
Pesan itu disampaikan saat ia melakukan kunjungan kerja ke Divisi Infanteri 2 Kostrad di Markas Brigif 18/Trisula, Malang, Jawa Timur, dalam agenda pembinaan langsung kepada prajurit.
Di hadapan barisan tentara yang berdiri rapi, Djamari menegaskan bahwa Kostrad bukan sekadar satuan biasa, melainkan kekuatan strategis yang digerakkan ketika negara menghadapi ancaman serius.
“Kostrad adalah pasukan strategis yang digerakkan saat negara berada dalam kondisi genting. Pasukan elite dibentuk dan dilatih setiap hari, bukan saat menjelang adanya operasi. Tidak ada toleransi untuk kelalaian sekecil apa pun,” kata Djamari.
Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh bersifat musiman, melainkan harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap gerak dan latihan prajurit.
Menurutnya, satuan sebesar Kostrad memikul tanggung jawab besar dalam skenario pengamanan maupun operasi militer terbuka sehingga ketangguhan fisik dan mental menjadi harga mati.
Baca Juga: BTN Sudah Biayai Hampir 6 Juta Rumah Sejak 1976 Pilar Utama Hunian Rakyat Indonesia
Brigif 18/Trisula sebagai bagian dari kekuatan inti disebutnya harus tampil sebagai satuan yang responsif, lincah, dan memiliki daya pukul tinggi ketika dibutuhkan negara.
Dalam arahannya, Djamari mengingatkan bahwa kecepatan mobilisasi dan ketepatan eksekusi adalah faktor kunci dalam setiap operasi militer modern.
Ia juga menyinggung pentingnya pembinaan kepemimpinan di tubuh Kostrad karena kualitas pasukan, menurutnya, sangat bergantung pada karakter dan kapasitas para perwira.
“Pasukan elite ditandai oleh pemimpin yang hadir di depan, bukan di belakang. Rantai komando harus tegas, jelas, dan dihormati seluruh anggota satuan,” ujarnya.
Djamari menambahkan bahwa seorang komandan tidak cukup hanya memberi perintah, tetapi juga wajib memahami kemampuan, keterbatasan, dan potensi anak buahnya.
“Kualitas satuan sangat ditentukan oleh kualitas para perwira yang memimpinnya,” tambah dia.
Pesan tersebut disambut serius oleh jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan pemukul utama TNI AD.
Kunjungan itu bukan hanya seremonial, melainkan menjadi momentum evaluasi kesiapan satuan di tengah dinamika keamanan yang terus berkembang.
Djamari mengingatkan bahwa tantangan pertahanan saat ini semakin kompleks, mulai dari ancaman konvensional hingga potensi gangguan nonmiliter yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Baca Juga: THR PNS 2026 Dikabarkan Cair Lebih Awal! ASN Bisa Lebaran Lebih Tenang, Ini Bocoran Jadwalnya
Karena itu, ia meminta seluruh prajurit menjaga disiplin, memperkuat soliditas, dan meningkatkan profesionalisme dalam setiap latihan maupun tugas lapangan.
Menurutnya, pasukan elite tidak lahir dari rutinitas biasa, tetapi dari latihan keras yang konsisten dan kepemimpinan yang memberi teladan.
Ia berharap pengarahan tersebut dapat memacu semangat prajurit Brigif 18/Trisula untuk terus meningkatkan standar kemampuan tempur mereka.
Di akhir kunjungan, Djamari menyampaikan keyakinannya bahwa Kostrad akan tetap menjadi benteng kokoh pertahanan darat Indonesia selama prajurit dan perwiranya menjaga integritas serta komitmen terhadap tugas negara.
Arahan tegas itu sekaligus menjadi penegasan bahwa dalam urusan pertahanan, tidak ada ruang bagi kelengahan, sekecil apa pun.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









