Tragis Bayi Prematur Dibuang di Apartemen Bekasi Meninggal Dunia Polisi Amankan Sepasang Terduga Pelaku
Akurat Banten - Kabar duka menyelimuti penanganan kasus pembuangan bayi yang terjadi di sebuah apartemen wilayah Bekasi setelah nyawa korban tak berhasil diselamatkan.
Polda Metro Jaya memastikan bayi malang yang sebelumnya ditemukan warga itu meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
"Bahwa bayi yang ditemukan itu pagi ini meninggal dunia, dalam kondisi yang lahir prematur usia 5 bulan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.
Informasi tersebut, lanjut dia, diperoleh langsung dari tim dokter rumah sakit yang menangani kondisi korban sejak pertama kali dievakuasi.
Meski demikian, proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh latar belakang kejadian sekaligus memastikan identitas pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Polisi menduga dua orang yang telah diamankan memiliki hubungan erat dengan bayi tersebut.
"Yang pasti yang bersangkutan adalah pasangan dalam ikatan belum pernikahan," kata Budi.
Aparat penegak hukum hingga kini masih menelusuri berbagai kemungkinan yang melatarbelakangi tindakan pembuangan tersebut.
Menurut Budi, keterangan yang diperoleh penyidik pada tahap awal belum dapat dijadikan kesimpulan akhir karena berpotensi berubah seiring pendalaman pemeriksaan.
"Karena keterangan awal adalah anak itu keluar secara tidak sengaja pada saat yang bersangkutan berada di toilet," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa penyidik tetap berhati-hati dalam menyampaikan detail perkara kepada publik.
"Nah ini beri ruang, kita juga menghormati ruang-ruang publik lainnya karena ada jiwa yang hilang dalam peristiwa tersebut," kata Budi.
Sebelumnya, kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai penemuan seorang bayi di area apartemen.
Baca Juga: Pembangunan 344 Gerai KDMP, Kodim 0603 Lebak Targetkan Selesai Juli 2026
Tak butuh waktu lama, dua terduga pelaku berhasil diringkus petugas di lokasi berbeda di kawasan Jakarta Barat.
"Untuk diduga pelaku, ini sudah diamankan di dua lokasi yang berbeda, yaitu di wilayah Jakarta Barat," ujar Budi.
Walau penangkapan telah dilakukan, kepolisian belum membuka secara rinci konstruksi perkara kepada masyarakat.
Kasus tersebut saat ini berada dalam penanganan Polres Metro Bekasi sehingga penyampaian informasi menunggu hasil penyidikan lebih lanjut.
Di sisi lain, perhatian terhadap kondisi korban sempat menjadi prioritas utama ketika bayi pertama kali ditemukan.
Saat dievakuasi, bayi itu masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan tali pusarnya pun belum terlepas.
Tim medis dari RSUD Bekasi kemudian memberikan penanganan intensif demi menyelamatkan nyawa sang bayi.
Kepolisian pun menjalin koordinasi lintas instansi untuk memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi.
"Pihak kepolisian sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, termasuk RSUD dalam pemenuhan kesehatan terhadap bayi tersebut," katanya.
Peristiwa ini memantik keprihatinan luas dari masyarakat karena menyangkut keselamatan seorang anak yang baru saja lahir ke dunia.
Baca Juga: Survei Indikator Catat Tingkat Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo di Angka 79,9 Persen
Publik kini menantikan hasil kerja aparat untuk mengungkap fakta sebenarnya sekaligus memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.
Sementara itu, polisi menegaskan bahwa setiap perkembangan akan disampaikan setelah proses pendalaman dianggap cukup dan tidak mengganggu jalannya penyidikan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










