Waspada! Sungai Cisadane Tercemar Racun Pestisida, Warga Dilarang Konsumsi Ikan 'Mabuk'!

AKURAT BANTEN– Masyarakat di sepanjang aliran Sungai Jaletreng hingga Sungai Cisadane diminta meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi.
Insiden kebakaran hebat yang melanda sebuah gudang pestisida di kawasan Setu, Tangerang Selatan, kini berbuntut panjang pada krisis lingkungan yang mengancam kesehatan warga.
Baca Juga: Bukan Sekadar Main Air, Aksi Heroik Siswa PAUD Putri Ayu di Markas Damkar Cibodas Bikin Gemas!
Lautan Kimia di Aliran Sungai
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 15 hingga 20 ton pestisida cair dan bubuk pada Senin (9/2) lalu telah mencemari air sungai.
Proses pemadaman yang menggunakan air dan pasir membuat residu kimia berbahaya mengalir langsung ke kanal-kanal air.
Akibatnya, pemandangan mengerikan terlihat di Sungai Jaletreng dan Cisadane: air berubah warna menjadi putih pekat, mengeluarkan bau menyengat, dan berminyak.
Ribuan ikan ditemukan mengapung dalam kondisi mati mendadak atau 'mabuk'.
Baca Juga: Pejabat Bea Cukai Terseret! Daftar Lengkap 11 Tersangka Korupsi CPO yang Rugikan Negara Rp14 Triliun
Peringatan Keras: Jangan Makan Ikan Terkontaminasi!
Melihat fenomena ikan yang lemas di permukaan, sejumlah warga sempat terlihat turun ke sungai untuk memanennya.
Namun, otoritas terkait segera mengeluarkan larangan keras.
Kalak BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengimbau warga untuk tidak tergiur mengambil apalagi mengonsumsi ikan-ikan tersebut.
"Mewaspadai dan tidak mengonsumsi dahulu ikan-ikan yang berasal dari Cisadane demi keamanan. Walaupun ada yang jual murah, lebih baik kita hindari karena dampak kesehatannya sangat mengkhawatirkan," tegas Mahdiar.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan bahwa paparan limbah pestisida melalui makanan dapat memicu gangguan kesehatan serius mulai dari mual, muntah, hingga iritasi organ dalam.
Baca Juga: Terseret Isu Ayah Biologis Anak Denada, Iwa K Akhirnya Buka Suara: 'Gue Cuma Kena Cipratan Oli'
Distribusi Air Bersih Sempat Lumpuh
Dampak pencemaran ini juga sempat melumpuhkan pasokan air bersih di Kota Tangerang.
Perumda Tirta Benteng terpaksa menghentikan operasional seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) karena air baku Sungai Cisadane terdeteksi mengandung limbah kimia berbahaya.
Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan darurat melalui Bendung 10.
Meski saat ini distribusi air sudah mulai kembali normal (95%), pemantauan kualitas air terus dilakukan secara ketat setiap 30 menit.
Baca Juga: Ironi di Bima: Kasat Narkoba Malah Terjerat Narkoba, Kapolres Ambil Tindakan Tegas!
Langkah Darurat Pemkot Tangerang
Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mengambil sampel air untuk uji laboratorium guna memastikan tingkat keracunan zat yang mengalir.
Pemerintah Kota Tangerang pun mengeluarkan imbauan resmi:
Dilarang Keras menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci, atau memasak hingga pengumuman lebih lanjut.
Hindari Kontak Langsung dengan air yang tampak berbusa atau berbau menyengat.
Segera Periksa ke Fasyankes jika mengalami gejala pusing atau gatal setelah kontak dengan air sungai.
Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat atau informasi lebih lanjut terkait dampak pencemaran ini, dapat menghubungi Call Center 112 atau nomor pengaduan di 021-5577-1135 (**).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026









