Banten

Detik-Detik Mencekam Tradisi Nyadran Sidoarjo: Sound Horeg 1 Ton Tenggelam ke Sungai, Warga Sempat Asyik Joget!

Abdurahman | 9 Februari 2026, 18:10 WIB
Detik-Detik Mencekam Tradisi Nyadran Sidoarjo: Sound Horeg 1 Ton Tenggelam ke Sungai, Warga Sempat Asyik Joget!

  

AKURAT BANTEN– Tradisi tahunan Nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo, yang seharusnya berlangsung khidmat dan meriah, mendadak berubah menjadi kepanikan.

Sebuah perahu yang mengangkut perangkat sound horeg raksasa seberat satu ton dilaporkan tenggelam di aliran sungai pada Sabtu sore (7/2/2026).

Video detik-detik karamnya "raksasa audio" ini pun viral di media sosial, memperlihatkan betapa tipisnya batas antara euforia dan musibah.

 Baca Juga: Viral! Guru PPPK Paruh Waktu di Sumedang Terima Gaji Pertama Rp15 Ribu, Kok Bisa?

Kronologi: Getaran Bass yang Berujung Petaka

Insiden ini bermula saat dua buah perahu nelayan digabungkan menjadi satu rakit besar untuk menopang beban perangkat sound system dari JL Jombang.

Selain speaker berukuran jumbo, perahu tersebut juga memuat genset, peralatan lighting, dan dinaiki oleh lebih dari 10 orang warga.

Saksi mata menyebutkan, sebelum kejadian, suasana sangat meriah.

Musik diputar dengan volume kencang (horeg), dan warga di atas perahu tampak asyik berjoget mengikuti dentuman bass.

Namun, kombinasi beban muatan yang mencapai 1 ton ditambah getaran frekuensi rendah yang kuat membuat keseimbangan perahu goyah.

"Perahunya dua digabung. Ternyata salah satunya tidak kuat menahan beban dan terkena getaran hebat dari sound, akhirnya miring," ujar Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono.

Baca Juga: Nilai Akademik Rendah, Apa yang Salah dengan Sistem Pendidikan Kita?

Evakuasi Dramatis di Bantaran Sungai

Hanya dalam hitungan detik, posisi perahu yang miring membuat seluruh perangkat elektronik mahal itu meluncur ke dasar sungai.

Beruntung, lokasi kejadian berada di bantaran sungai yang dekat dengan pemukiman warga, sehingga proses evakuasi bisa segera dilakukan menggunakan perahu karet.

Kapolsek Candi, Kompol Septiawan Adi Prihartono, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian, meski kerugian material diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah akibat kerusakan alat elektronik yang terendam air.

Baca Juga: Mimpi Haji Murah Bukan Lagi Halu: Presiden Bongkar Rencana Besar Kampung Indonesia di Makkah!

Fakta mengejutkan terungkap bahwa insiden tenggelamnya perahu pemuat sound horeg saat Nyadran di Sidoarjo ini ternyata sudah terjadi untuk ketiga kalinya.

Polisi mengimbau agar ke depannya masyarakat lebih memperhatikan kapasitas muatan dan keamanan moda transportasi air.

"Kami mengimbau agar penyelenggara menggunakan perahu yang benar-benar kuat untuk menopang beban. Keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama di atas kemeriahan," tambah AKP Imam.

Meskipun sempat diwarnai insiden karam, tradisi Nyadran di Sidoarjo tetap berlanjut sebagai bentuk pelestarian budaya lokal menyambut bulan suci Ramadan.

Namun, kejadian ini menjadi pelajaran mahal bagi para pecinta sound horeg agar tidak mengabaikan faktor keselamatan di atas air (**)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman