Banten

Indonesia Jadi Negara Pertama Bangun ‘Kampung Haji’ di Makkah, Presiden Janjikan Biaya Haji Turun Drastis!

Abdurahman | 9 Februari 2026, 08:41 WIB
Indonesia Jadi Negara Pertama Bangun ‘Kampung Haji’ di Makkah, Presiden Janjikan Biaya Haji Turun Drastis!

Terobosan bersejarah di era Presiden Prabowo: Fasilitas hotel bintang lima rasa nusantara hingga diplomasi khusus yang buat Arab Saudi ubah aturan demi Indonesia.

AKURAT BANTEN– Sebuah tonggak sejarah baru saja diukir oleh pemerintah Indonesia untuk jutaan umat Muslim di tanah air.

Presiden Republik Indonesia menegaskan komitmen besar untuk merevolusi layanan ibadah haji, menjadikannya lebih nyaman, lebih dekat, dan yang terpenting: lebih terjangkau bagi rakyat kecil.

Dalam sebuah pengumuman yang menggembirakan di hadapan ribuan jemaah, Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia telah mendapatkan kehormatan luar biasa dari Kerajaan Arab Saudi.

Indonesia menjadi negara asing pertama yang diizinkan memiliki lahan sendiri untuk membangun kompleks hunian permanen yang dikenal dengan sebutan "Kampung Haji Indonesia" di jantung Kota Suci Makkah.

Baca Juga: Partai Gerindra, Membaca Akar Perjuangan di Daerah

Diplomasi Tingkat Tinggi

Arab Saudi Ubah Undang-Undang demi Indonesia Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik biasa.

Presiden menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil diplomasi yang sangat kuat.

Kerajaan Arab Saudi bahkan bersedia melakukan penyesuaian pada undang-undang internal mereka untuk mengizinkan kepemilikan lahan ini—sebuah privilese yang belum pernah diberikan kepada negara lain sebelumnya.

"Ini adalah bentuk penghormatan luar biasa dari Arab Saudi kepada bangsa kita. Pelayanannya akan menjadi yang terbaik, dan saya bertekad menurunkan biaya haji untuk seluruh rakyat Indonesia," tegas Presiden dengan penuh optimisme.

Baca Juga: Menanti Kepastian Gaji ke-13 PNS 2026, Ini Prediksi Jadwal hingga Rincian Nominalnya

Apa Itu Kampung Haji? Ini 3 Keuntungan Besarnya bagi Jemaah:

Fasilitas Lengkap Rasa Nusantara: Kampung Haji akan dirancang sebagai kompleks terpadu yang terdiri dari puluhan tower apartemen modern.

Targetnya, kompleks ini mampu menampung hingga 200.000 jemaah.

Di sana akan tersedia masjid, layanan medis mandiri, hingga pusat kuliner khas Indonesia agar jemaah merasa seperti di rumah sendiri.

Biaya Haji Lebih Murah: Dengan memiliki properti sendiri secara permanen, pemerintah tidak perlu lagi menyewa hotel dengan harga yang fluktuatif setiap tahunnya.

Efisiensi ini diprediksi akan menekan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) secara signifikan, sehingga tidak membebani kantong jemaah.1

Lokasi Strategis & Pelayanan Terintegrasi: Proyek yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ini direncanakan rampung dalam tiga tahun ke depan.

Jemaah tidak perlu lagi berpencar di hotel-hotel yang jauh dari pusat ibadah.

Baca Juga: Gaji ASN dan Pensiunan Resmi Naik, Pemerintah Terbitkan PP 11 Tahun 2025 dengan Skema Lebih Berani

Komitmen Penurunan Biaya Haji Segera Dimulai

Menteri Haji dan Umrah juga menambahkan bahwa dengan sistem pemusatan jemaah di satu area (lokalisasi), biaya logistik dan transportasi bisa dipangkas habis.

Pemerintah menargetkan pada tahun 2028, satu atau dua menara pertama sudah bisa mulai digunakan oleh jemaah.

"Kami ingin jemaah kita fokus beribadah tanpa harus pusing memikirkan kenaikan biaya yang mendadak. Kampung Haji adalah solusinya," ungkap pihak Kementerian Haji.

Harapan Baru Jemaah Haji Indonesia Langkah visioner ini disambut hangat oleh berbagai lapisan masyarakat.

Pembangunan Kampung Haji di Makkah bukan hanya soal infrastruktur, melainkan simbol kedaulatan dan kepedulian negara dalam melindungi hak-hak ibadah warganya.

Kini, impian untuk menunaikan rukun Islam kelima dengan biaya lebih murah dan layanan bintang lima bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan nyata di depan mata (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman