Banten

Tagihan Naik Saat Air Mati Dua Pekan, Warga TKP 1 Sebut PDAM TKR Main Curang

Irsyad Mohammad | 7 Oktober 2025, 10:14 WIB
Tagihan Naik Saat Air Mati Dua Pekan, Warga TKP 1 Sebut PDAM TKR Main Curang

AKURAT BANTEN - Warga Perumahan Taman Kota Permai 1, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan lonjakan tagihan air Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PDAM TKR).

Kenaikan itu terjadi meski pasokan air bersih di wilayah mereka sempat terhenti hampir dua pekan pada akhir September lalu.

Salah seorang warga, Hendra (42), mengatakan dirinya heran ketika menerima tagihan air bulan Oktober yang justru membengkak. Padahal, selama dua minggu penuh, air PDAM tidak mengalir sama sekali ke rumahnya.

Baca Juga: Tragis! Diduga jadi Korban Ekploitasi dan TPPO, Remaja 14 Tahun Jatuh dari Lantai 5 Gedung Spa di Jaksel

“Selama dua minggu air mati, kok tagihannya malah naik. Dasarnya dari mana perhitungannya? Kami ingin penjelasan yang transparan,” ujar Hendra, Selasa (8/10/25).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak masuk akal karena pemakaian air praktis menurun selama gangguan terjadi.

Namun sistem penagihan PDAM TKR tetap mencatat konsumsi seperti dalam kondisi normal, bahkan lebih tinggi dari biasanya.

Baca Juga: Lima Perusahaan Tambang Timah di Babel Terseret Kasus Hukum Akibat Rusak Lingkungan

"Misalnya sebelumnya tagihan saya kisaran Rp208 ribu, tapi sekarang bisa tembus Rp250 ribuan. Padahal air selama dua minggu kemarin kan ada perbaikan, dan hampir enggak jalan sama sekali. Ini jelas aneh,” kata Hendra dengan nada kesal.

Hendra mengaku belum melaporkan hal itu ke pihak PDAM TKR melalui kanal pengaduan pelanggan.

Kata Hendra hingga kini, belum juga ada penjelasan resmi dari TKR yang menjelaskan alasan kenaikan tarif tersebut.

Baca Juga: Dukungan FSPI untuk Program Makan Bergizi Presiden Prabowo Menggema di Tengah Isu Politisasi

“Kalau memang ada sistem baru atau kesalahan pencatatan, ya seharusnya diberi tahu. Jangan diam saja sementara warga merasa dirugikan,” tambahnya.

Warga di lingkungannya juga kata Hendra merasakan hal serupa. Banyak di antara mereka yang membandingkan tagihan bulan ini dengan bulan sebelumnya, dan mendapati selisih yang cukup besar meski pasokan air tidak lancar.

Warga berharap, perusahaan daerah itu segera melakukan pengecekan ulang terhadap pencatatan meter air dan menjelaskan dasar perhitungan tarif yang membuat tagihan melonjak.

“Kami tidak menolak bayar, tapi yang kami minta itu keadilan dan keterbukaan. Kalau air mati dua minggu, logikanya tagihan turun, bukan naik,” tegas Hendra.

Sampai berita ini diturunkan, pihak PDAM TKR belum memberikan keterangan terkait keluhan pelanggan di Taman Kota Permai 1.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.