Tragis Terjerat Utang dan Judi Online Pria di Kelapa Gading Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kontrakan

Akurat Banten - Unit Reserse Kriminal Polsek Kelapa Gading masih menyelidiki secara mendalam penyebab kematian seorang pria berinisial MAA (29) yang ditemukan meninggal dunia di sebuah kontrakan di kawasan Jalan Puskesmas, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Peristiwa yang mengejutkan warga sekitar ini diduga kuat merupakan kasus bunuh diri dengan cara gantung diri, namun aparat kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta faktor pemicu kejadian tersebut.
Baca Juga: Viral! Diduga Gara-gara Cinta Ditolak, Mahasiswa UIN Suska Tega Bacok Mahasiswi Hingga Tidak Berdaya
Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Kiki Tanlim menyampaikan bahwa jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo guna menjalani proses visum et repertum sebagai bagian dari prosedur penyelidikan.
"Saat ini jasad korban sudah dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan visum et repertum (VeR) dalam melengkapi proses penyelidikan,” ujar AKP Kiki Tanlim.
Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Terbaik di Bawah 3 Jutaan Terbaru 2026, dengan Perfoma Kencang, Kamera Bagus
Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, diketahui bahwa korban sempat mengeluhkan tekanan ekonomi yang dialaminya kepada sang istri.
Masalah keuangan tersebut diduga menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi mental korban sebelum kejadian tragis itu terjadi.
Korban disebut memiliki sejumlah utang dari pinjaman daring yang belum mampu dilunasi sehingga menambah beban hidupnya.
Tidak hanya itu, kondisi keuangan korban juga semakin memburuk akibat kebiasaan bermain judi slot yang menguras penghasilannya.
Tekanan bertubi-tubi dari utang dan kerugian akibat judi tersebut diduga membuat korban kehilangan harapan hingga akhirnya memilih mengakhiri hidupnya.
AKP Kiki Tanlim juga menjelaskan bahwa korban sehari-hari bekerja sebagai sopir di lingkungan kantor perpajakan dan tidak memiliki riwayat penyakit serius sebelumnya.
“Korban ini bekerja sebagai sopir di kantor perpajakan dan tidak memiliki keluhan sakit,” katanya.
Pihak kepolisian menerima laporan terkait kejadian ini dan segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas langsung melakukan pengamanan area guna memastikan tidak ada gangguan terhadap proses penyelidikan.
Selain itu, tim dari Unit Identifikasi Polres Metro Jakarta Utara juga turut dilibatkan untuk melakukan proses identifikasi terhadap korban.
“Kami langsung mengamankan tempat kejadian perkara dan menghubungi Unit Identifikasi Polres Metro Jakarta Utara untuk melakukan identifikasi,” jelasnya.
Polisi kemudian mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi guna menyusun kronologi kejadian secara utuh.
Setelah proses awal selesai, petugas meminta bantuan ambulans untuk mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit.
Berdasarkan penuturan istri korban, sebelum kejadian berlangsung, korban sempat pulang kerja dan berada di kontrakan bersama dirinya.
Saat itu, korban terlihat duduk di bagian teras kontrakan, sementara sang istri memilih masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Beberapa waktu kemudian, istri korban terbangun dan mendapati suaminya sudah tidak berada di tempat semula.
Ia kemudian berniat menuju kamar mandi, namun menemukan pintu dalam kondisi tertutup rapat dari dalam.
Ketika mencoba membuka pintu tersebut, ia merasakan adanya hambatan yang membuat pintu sulit didorong.
Baca Juga: Ibu Bonceng Tiga Anak Tertabrak Mobil, Alami Luka Parah di Kepala dan Dilarikan ke RS
Merasa curiga, istri korban segera meminta bantuan tetangga untuk membantu membuka pintu kamar mandi tersebut.
Upaya membuka pintu akhirnya dilakukan dengan cara didobrak oleh istri korban bersama dua orang saksi lainnya.
“Istri korban dan dua saksi mendobrak pintu dan melihat korban sudah meninggal dunia,” kata AKP Kiki Tanlim.
Penemuan tersebut sontak membuat suasana kontrakan menjadi gempar dan mengundang perhatian warga sekitar.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama bagi mereka yang menghadapi tekanan ekonomi dan masalah finansial yang berat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih terbuka dalam mencari bantuan ketika menghadapi masalah hidup, serta tidak mengambil langkah ekstrem yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










