Konflik Memanas! Israel Bidik Pemimpin Hizbullah Usai Serangan ke Iran, Nama Naim Qassem Jadi Target Militer

AKURAT BANTEN - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Israel melontarkan ultimatum terbuka terhadap kepemimpinan Hizbullah di Lebanon. Pemerintah Tel Aviv menyatakan bahwa Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, kini menjadi target operasi militer berikutnya, menyusul rangkaian serangan yang lebih dulu menghantam Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.
Baca Juga: FIFA Series 2026 Resmi Digelar di Jakarta, Ini Jadwal dan Rincian Harga Tiketnya!
"Naim Qassem adalah target untuk dilenyapkan," tegas Katz dalam pernyataannya, seraya memperingatkan bahwa Israel tidak akan ragu memperluas operasi militernya jika ancaman terhadap negaranya terus berlanjut.
Ultimatum ini muncul tidak lama setelah Israel melancarkan serangan besar ke wilayah Iran yang disebut menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei. Serangan tersebut memicu reaksi keras dari kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Teheran, termasuk Hizbullah di Lebanon.
Tak berselang lama, militer Israel kembali menggempur sejumlah titik di Lebanon selatan dan wilayah lain yang diduga menjadi basis Hizbullah. Media internasional melaporkan sedikitnya 31 orang tewas dalam serangan udara tersebut, meski angka korban masih berpotensi bertambah seiring proses evakuasi dan pencarian di lapangan.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Airlangga Buka Suara Soal Ancaman Kenaikan Harga BBM
Serangan ke Lebanon disebut sebagai respons atas aksi Hizbullah yang lebih dulu meluncurkan roket dan drone ke sebuah pangkalan militer Israel di dekat Haifa, wilayah utara negara itu. Hizbullah mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas tewasnya Khamenei, yang selama ini menjadi simbol penting poros perlawanan terhadap Israel dan sekutunya.
Situasi ini menandai eskalasi yang berbahaya karena melibatkan aktor-aktor utama di kawasan. Israel dan Hizbullah memiliki sejarah panjang konflik bersenjata, termasuk perang besar pada 2006 yang menimbulkan korban besar di kedua pihak. Ancaman terbaru terhadap Naim Qassem berpotensi memperluas konflik lintas perbatasan yang sudah rapuh.
Baca Juga: BBM Nasional Aman, Bahlil: Cadangan Cukup 20 Hari Meski Konflik Timur Tengah Memanas!
Di sisi lain, komunitas internasional mulai menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan tersebut. Sejumlah negara dan organisasi internasional menyerukan penahanan diri agar konflik tidak berkembang menjadi perang regional yang lebih luas, mengingat keterlibatan Iran dan kelompok-kelompok sekutunya di berbagai negara.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Naim Qassem terkait ancaman tersebut.
Namun para analis menilai bahwa retorika saling ancam antara Israel dan Hizbullah memperlihatkan situasi yang semakin sulit dikendalikan. Dengan serangan yang terus berbalas, kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang krisis besar yang dampaknya bisa meluas jauh melampaui Lebanon dan Israel.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










