Banten

Ibu Muda di Pademangan Diringkus Polisi Usai Buang Bayi di Tempat Sampah Pasar

Riski Endah Setyawati | 3 Maret 2026, 17:26 WIB
Ibu Muda di Pademangan Diringkus Polisi Usai Buang Bayi di Tempat Sampah Pasar
Ilustrasi garis polisi (Istimewa)

Akurat Banten - Aparat Polres Metro Jakarta Utara mengamankan seorang perempuan muda berinisial DR (20) yang diduga sebagai ibu kandung dari bayi yang ditemukan di tempat sampah kawasan pasar Pademangan Barat.

Penangkapan itu dilakukan hanya beberapa jam setelah penemuan bayi menggegerkan warga.

“Kami sudah menangkap ibu sang bayi berinisial DR yang tega membuang anaknya sendiri, beberapa jam setelah kejadian tersebut," ujar Kompol Ni Luh Sri Arsini.

Peristiwa tersebut bermula ketika warga menemukan seorang bayi perempuan yang terbungkus kain sarung di dalam tas ransel berwarna hitam di area pasar.

Baca Juga: China Desak Hentikan Konflik Usai Penutupan Selat Hormuz, Picu Guncangan Energi Global

Lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk di Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Penemuan ini sontak membuat warga sekitar terkejut sekaligus prihatin atas kondisi bayi yang dibuang tanpa perlindungan memadai.

Beruntung, saat ditemukan, kondisi bayi tersebut masih hidup dan dalam keadaan relatif stabil.

Warga yang menemukan langsung berinisiatif membawa bayi itu ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan perawatan medis secepat mungkin.

Sementara itu, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengarah pada pelaku yang diduga kuat sebagai ibu kandung bayi tersebut.

Petugas kemudian berhasil mengamankan DR pada hari yang sama, tepatnya beberapa jam setelah kejadian terungkap ke publik.

Menurut keterangan kepolisian, saat ini pelaku telah diamankan di Unit Reserse Polsek Pademangan sebelum kemudian diserahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk THR 2026, ASN hingga Pensiunan Dipastikan Terima Sesuai Jadwal

“Pelaku berinisial DR (20) yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan,” kata Ni Luh Sri Arsini.

Meski telah diamankan, kondisi pelaku belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara mendalam.

Hal ini dikarenakan DR baru saja melahirkan sehingga kondisi fisiknya masih sangat lemah.

Untuk memastikan keselamatan dan kesehatannya, polisi memutuskan membawa pelaku ke rumah sakit.

"Pelaku malam ini, kita bawa ke rumah sakit dahulu guna mengetahui kondisi kesehatannya karena baru saja melahirkan jadi masih lemas," jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan agar proses hukum tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan terhadap kondisi pelaku.

Baca Juga: Disnaker Tegas THR Karyawan Swasta Dibayar Maksimal 5 Hari Lagi dan Dilarang Cicil, Kalau Tidak Ini yang Akan Terjadi

Di sisi lain, pihak kepolisian juga masih berupaya menggali motif di balik tindakan nekat tersebut.

Namun hingga kini, pelaku belum memberikan keterangan yang cukup jelas terkait alasan dirinya membuang bayi yang baru dilahirkannya itu.

“Masih belum banyak terbuka. Namun diperkirakan bayi tersebut adalah hasil hubungan gelap dengan teman pria pelaku," ungkapnya.

Dugaan sementara itu masih akan didalami lebih lanjut oleh penyidik untuk memastikan latar belakang peristiwa tersebut secara menyeluruh.

Kasus ini pun menjadi perhatian serius aparat karena menyangkut keselamatan anak yang seharusnya mendapat perlindungan sejak lahir.

Baca Juga: Mitos Ibu Hamil Tidak Boleh Lihat Gerhana Bulan Total, Fakta Medis Justru Bikin Tegang?

Selain itu, kejadian ini juga memunculkan keprihatinan publik terhadap kondisi sosial yang dapat mendorong seseorang melakukan tindakan ekstrem.

Pihak kepolisian menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

Di saat yang sama, mereka juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sementara bayi yang ditemukan kini telah mendapatkan penanganan medis dan berada dalam pengawasan tenaga kesehatan.

Kondisinya yang stabil menjadi kabar lega di tengah peristiwa yang menyita perhatian tersebut.

Baca Juga: China Desak Hentikan Konflik Usai Penutupan Selat Hormuz, Picu Guncangan Energi Global

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa setiap anak berhak atas kehidupan yang layak dan perlindungan dari tindakan yang membahayakan keselamatannya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.