Gelar Penghormatan Terakhir, Iran Akan Makamkan Jenazah Khamenei di Kota Suci Mashhad

AKURAT BANTEN - Iran tengah bersiap memasuki masa berkabung nasional setelah kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mencuat ke publik. Kantor berita Fars pada Selasa (3/3/2026) melaporkan bahwa tokoh sentral Republik Islam Iran itu akan dimakamkan di kota suci Mashhad, wilayah yang memiliki makna spiritual mendalam bagi masyarakat Syiah.
Mashhad dikenal sebagai tempat berdirinya makam Imam Reza, imam kedelapan dalam tradisi Syiah Dua Belas Imam. Kota ini selama puluhan tahun menjadi tujuan ziarah jutaan umat Muslim dari berbagai negara.
Pemilihan Mashhad sebagai lokasi peristirahatan terakhir Khamenei dinilai sarat simbol dan mencerminkan kedekatannya dengan nilai-nilai religius yang selama ini menjadi fondasi kepemimpinannya.
Baca Juga: Cuaca Tangerang Hari Ini, BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Sore
Sebelum prosesi pemakaman dilangsungkan, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan akan menggelar upacara penghormatan di Teheran. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Telegram resmi lembaga militer elite tersebut. Upacara di ibu kota diperkirakan akan dihadiri pejabat tinggi negara, tokoh agama, serta ribuan warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
“Upacara peringatan akan dilaksanakan di Teheran sebelum jenazah diberangkatkan ke Mashhad,” demikian pernyataan yang disampaikan IRGC melalui kanal resminya.
Hingga kini, otoritas Iran belum mengumumkan tanggal pasti pelaksanaan pemakaman. Pemerintah disebut tengah menyiapkan rangkaian acara kenegaraan dan pengamanan ketat, mengingat posisi Khamenei sebagai figur paling berpengaruh dalam struktur politik dan keagamaan Iran selama lebih dari tiga dekade.
Sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989, Khamenei memegang kendali atas berbagai kebijakan strategis, mulai dari militer, peradilan, hingga arah politik luar negeri. Kepergiannya diperkirakan akan menjadi titik penting dalam sejarah Republik Islam, sekaligus memunculkan dinamika baru terkait proses suksesi kepemimpinan tertinggi negara tersebut.
Di sejumlah kota besar Iran, suasana duka mulai terasa. Bendera dikibarkan setengah tiang, sementara sejumlah institusi pemerintahan dan pusat keagamaan menggelar doa bersama. Media pemerintah juga menayangkan program khusus yang menyoroti perjalanan hidup dan kiprah Khamenei sejak masa Revolusi Islam 1979 hingga era kontemporer.
Baca Juga: THR dan Bonus Lebaran 2026 Resmi Cair, Pemerintah Kucurkan Rp179 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi
Perhatian dunia internasional pun tertuju ke Teheran. Selain prosesi penghormatan, publik global menanti perkembangan lebih lanjut mengenai stabilitas politik Iran pasca wafatnya sang pemimpin. Dalam beberapa hari ke depan, Iran diperkirakan akan menjadi pusat sorotan, bukan hanya karena seremoni pemakaman, tetapi juga arah masa depan kepemimpinan negara tersebut.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










