ROTASI JABATAN MENDADAK DI SERANG DIKRITIK TAJAM DPRD, WAKIL BUPATI NAJIB HAMAS ANGKAT BICARA: "Ini Bukan Soal Kompetensi, Tapi Re-engineering Sosial!

AKURAT BANTEN– Kebijakan rotasi dan mutasi sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang yang baru-baru ini dilakukan oleh Bupati Serang menuai kritik keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Langkah yang dinilai terkesan mendadak dan diragukan kesesuaiannya dengan kompetensi pejabat itu kini mendapat tanggapan lugas dari Wakil Bupati Serang, Najib Hamas.
Kritik tajam sebelumnya dilontarkan oleh Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas.
Ia secara terbuka menyatakan keheranannya, menilai bahwa penempatan pejabat tidak sepenuhnya mencerminkan kecocokan antara latar belakang keilmuan atau pengalaman dengan jabatan strategis yang diemban.
"Rotasi jabatan yang dilakukan terkesan mendadak dan tidak sepenuhnya mencerminkan kesesuaian antara kompetensi dengan jabatan yang diemban," ujar Azwar Anas sebelumnya, memantik polemik di birokrasi Serang.
Penjelasan Najib Hamas: Rotasi sebagai 'Tour of Duty' dan Fondasi 'Team Work'
Menanggapi sorotan dewan, Wakil Bupati Najib Hamas menjelaskan bahwa kebijakan rotasi tersebut merupakan hal yang wajar dan perlu dalam mekanisme birokrasi.
Ia menegaskan bahwa rotasi adalah bagian dari proses penugasan atau yang dikenal sebagai tour of duty dalam pemerintahan.
"Prinsipnya adalah, khususnya rotasi hari ini—kemarin ya—itu adalah bagian dari tour of duty. Tetapi kita sudah sampaikan," kata Najib di Serang, Jum’at (17/10/2025).
Lebih lanjut, Najib menekankan bahwa tujuan utama dari perombakan ini adalah membangun kekompakan lintas bidang dan membentuk team work yang solid.
Hal ini dianggap krusial mengingat banyaknya Pekerjaan Rumah (PR) pembangunan di Kabupaten Serang.
"Teman-teman, bahwa di manapun posisi tempatnya tetap harus membangun team work yang solid karena PR-PR Kabupaten Serang ini masih banyak yang harus kita benahi di tengah-tengah situasi keterbatasan fiskal dari pemerintahan pusat," tegasnya.
Strategi "Re-engineering Sosial": Pendekatan Baru di Balik Mutasi Kontroversial
Inti dari pembelaan Pemkab Serang terletak pada penekanan bukan pada kompetensi teknis semata, melainkan pada pendekatan yang disebut Najib Hamas sebagai "re-engineering sosial".
Ini adalah poin krusial yang menjawab kritik DPRD terkait ketidaksesuaian latar belakang pejabat dengan jabatan.
Menurut Najib, dasar kebijakan mutasi tersebut kini lebih berorientasi pada peningkatan pelayanan publik melalui pembangunan nilai-nilai dasar.
"Tapi bicara hari ini adalah semua yang teknis itu berangkat dari berbasis re-engineering sosial," ungkapnya.
Nilai-nilai yang diutamakan dalam penempatan ini meliputi:
- Kebersamaan
- Kepedulian
- Empati
"Jadi salah satunya adalah bagaimana membangun kebersamaan, kepedulian, empati. Itu adalah bagian dari basic untuk pelayanan masyarakat," lanjut Najib.
Optimisme dan Konsolidasi Internal Segera Dilakukan
Najib Hamas menyatakan optimisme penuh bahwa para pejabat yang kini menempati posisi baru, terlepas dari latar belakang teknis mereka, akan mampu beradaptasi dan menjalankan tugas secara maksimal.
"Dan insya Allah yang berbasisnya teknik atau apa pun, di tempat ini insya Allah bisa maksimalkan tugas-tugas," ucapnya penuh keyakinan.
Untuk memastikan kinerja segera berjalan, Wakil Bupati Serang itu mengumumkan bahwa konsolidasi internal akan segera dilakukan, melibatkan pejabat eselon II dan III.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan setiap unit kerja segera fokus pada penyelesaian tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka.
"Dan ini langsung nanti kita konsolidasi eselon II dan III sesuai dengan tupoksi, karena mereka harus segera penyelesaian dan bekerja secara maksimal," pungkasnya.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










