Banten

Reza Pahlavi Dukung AS Serang Iran, Dubes Tegas Tak Diakui Rakyat Fakta Mengejutkan Terungkap

Aullia Rachma Puteri | 4 Maret 2026, 10:49 WIB
Reza Pahlavi Dukung AS Serang Iran, Dubes Tegas Tak Diakui Rakyat Fakta Mengejutkan Terungkap
dukungan Reza Pahlavi serang iran (istimewa)

AKURAT BANTEN – Dinamika politik Iran kembali memanas setelah pernyataan keras datang dari tokoh oposisi yang lama bermukim di luar negeri, Reza Pahlavi.

Putra mendiang Shah Iran itu secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap langkah Amerika Serikat dalam menekan pemerintahan Republik Islam Iran.

Sikap tersebut memicu respons tegas dari perwakilan resmi Iran di Indonesia.

Reza Pahlavi dikenal sebagai figur yang konsisten mengkritik sistem pemerintahan Iran pascarevolusi 1979.

Baca Juga: Gelar Penghormatan Terakhir, Iran Akan Makamkan Jenazah Khamenei di Kota Suci Mashhad

Dalam pernyataan terbarunya, ia menyebut tekanan internasional terhadap Teheran sebagai momentum penting untuk mendorong perubahan politik di dalam negeri.

Ia bahkan mengajak masyarakat Iran untuk memanfaatkan situasi tersebut demi masa depan yang ia sebut lebih demokratis.

Namun, sikap tersebut langsung dibantah oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia.

Dalam keterangannya kepada media, ia menegaskan bahwa Reza Pahlavi tidak memiliki legitimasi politik di Iran.

Baca Juga: Misteri 'Lenyapnya' Netanyahu Saat Serangan Iran: Mengapa Kabar Tewasnya Begitu Cepat Menyebar?

Menurutnya, tokoh oposisi yang tinggal di luar negeri itu tidak merepresentasikan suara mayoritas rakyat Iran.

“Tokoh yang disebutkan itu tidak dianggap sebagai figur yang memiliki dukungan luas di dalam negeri,” tegasnya, merujuk pada Reza Pahlavi.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa dukungan Pahlavi terhadap kebijakan Amerika Serikat mencerminkan aspirasi masyarakat Iran.

Pemerintah Iran menilai wacana yang berkembang di luar negeri sering kali tidak sejalan dengan kondisi nyata di dalam negeri.

Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Para Mantan Presiden, Bahas Dampak Perang Iran dan Peran RI di BoP Gaza

Situasi ini memperlihatkan kontras antara narasi oposisi diaspora dan sikap resmi pemerintahan Iran.

Reza Pahlavi selama ini memang aktif menyuarakan perubahan rezim melalui berbagai forum internasional.

Ia juga beberapa kali menyampaikan pesan kepada militer Iran agar berpihak pada rakyat jika terjadi gejolak politik.

Di sisi lain, pemerintah Iran menilai ajakan tersebut sebagai bentuk intervensi politik yang didorong kepentingan asing.

Baca Juga: Konflik Memanas! Israel Bidik Pemimpin Hizbullah Usai Serangan ke Iran, Nama Naim Qassem Jadi Target Militer

Dukungan terbuka terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat justru dianggap memperlemah klaim Pahlavi sebagai representasi rakyat Iran.

Pengamat hubungan internasional menilai polemik ini bukan sekadar soal figur, tetapi mencerminkan kompleksitas politik Iran yang melibatkan faktor internal dan eksternal.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang terus berlanjut menjadi latar belakang penting munculnya pernyataan-pernyataan kontroversial tersebut.

Di media sosial, perdebatan pun tak terhindarkan.

Baca Juga: Operasi Gabungan Israel–Amerika Serikat Sudah Sasar 2.000 Lebih Titik di Iran

Sebagian warganet mendukung gagasan perubahan politik, sementara lainnya menolak keras campur tangan asing dalam urusan domestik Iran.

Perbedaan pandangan itu menunjukkan bahwa isu ini sensitif dan sarat kepentingan.

Meski demikian, hingga kini belum ada indikasi perubahan signifikan dalam struktur kekuasaan di Iran akibat pernyataan Reza Pahlavi.

Pemerintah tetap menjalankan kebijakan seperti biasa, sementara aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejolak.

Baca Juga: Perusahaan Jangan Sampai Terlambat, Cek Jadwal Pencairan THR 2026 untuk  Karyawan Swasta

Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dinamika politik Iran tidak bisa dilihat secara hitam-putih.

Figur oposisi di luar negeri belum tentu memiliki pengaruh langsung terhadap situasi internal, apalagi jika legitimasi di dalam negeri dipertanyakan.

Perkembangan selanjutnya tentu akan sangat dipengaruhi oleh situasi geopolitik regional dan hubungan Iran dengan negara-negara Barat.

Yang jelas, polemik antara Reza Pahlavi dan pemerintah Iran kembali membuka diskusi panjang tentang masa depan politik negara tersebut di tengah tekanan global yang terus berlangsung.

Baca Juga: Siapa Pewaris Tahta Ali Khamenei? Iran Bergejolak, Dunia Sorot Perebutan Kursi Pemimpin Tertinggi

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.