Banten

Strategi Udara AS Dipertanyakan, Iran Dinilai Lebih Unggul dalam Perang Jangka Panjang, Ini Alasannya!

Varin VC | 4 Maret 2026, 21:45 WIB
Strategi Udara AS Dipertanyakan, Iran Dinilai Lebih Unggul dalam Perang Jangka Panjang, Ini Alasannya!
Perang Asimetris Jadi Kunci, Iran Disebut Punya Keunggulan Strategis (Dok. Google)

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, namun arah kebijakan Washington kini terlihat lebih terukur. Di tengah spekulasi soal kemungkinan invasi, pemerintah AS menegaskan tidak ada rencana pengiriman pasukan darat ke wilayah Iran.

Fokus mereka tetap pada tiga sasaran utama: menghentikan program nuklir Teheran, melemahkan kemampuan rudal dan drone, serta membatasi pengaruh jaringan proksi Iran di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Disnaker Tangerang Lakukan Pemantauan Intensif terhadap 189 PMI di Timur Tengah

Penegasan ini sekaligus meredakan kegelisahan politik di dalam negeri, terutama di tubuh Partai Demokrat yang khawatir Amerika kembali terjerumus dalam perang panjang seperti di Irak dan Afghanistan. Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut ingin menjaga agar konflik tidak melebar menjadi operasi militer berskala penuh yang menyedot sumber daya dan dukungan publik.

Analis politik Ali Alizadeh melihat situasi ini dari sudut berbeda. Menurutnya, dalam peperangan modern, kekuatan militer konvensional bukan satu-satunya penentu kemenangan.

“Perang hari ini bukan hanya soal siapa yang punya bom lebih besar, tapi siapa yang punya daya tahan lebih lama,” ujarnya dalam analisis terbarunya.

Baca Juga: Kejari Serang Geledah Kantor BPN Kota Serang, Sita Rp228 Juta dan 20 Handphone

Alizadeh menilai ada tiga faktor yang justru membuat Iran berada di posisi strategis. Pertama, ketahanan sumber daya. Meski dikenai sanksi ekonomi bertahun-tahun, Teheran dinilai mampu beradaptasi dan membangun sistem yang relatif tahan terhadap tekanan eksternal. Kedua, faktor waktu. Dalam konflik berkepanjangan, tekanan politik di dalam negeri AS bisa menjadi beban tersendiri, sementara Iran terbiasa hidup dalam kondisi krisis.

Faktor ketiga adalah perang asimetris. Iran tidak bertumpu pada kekuatan konvensional semata, melainkan memanfaatkan jaringan sekutu regional dan strategi tidak langsung untuk mengimbangi kekuatan militer AS yang jauh lebih besar. Pola ini membuat konfrontasi menjadi kompleks dan sulit diselesaikan hanya dengan kekuatan udara.

Di sisi lain, mantan pejabat pertahanan AS, Mark Kimmitt, mengingatkan bahwa sejarah membuktikan pengeboman besar-besaran tidak otomatis memenangkan perang.

Baca Juga: Ramadan sebagai Momentum Memulai Gaya Hidup Sehat. Yuk Simak!

“Serangan udara masif jarang menghasilkan kemenangan politik yang permanen,” katanya.

Namun, ia menilai pendekatan Washington saat ini bukan sekadar pengeboman acak. Operasi yang dilakukan disebut lebih presisi, menyasar fasilitas vital, pusat komando, hingga figur penting dalam struktur militer dan jaringan proksi Iran. Strategi ini dinilai menyerupai pola operasi yang selama ini digunakan Israel saat menghadapi Hizbullah, yakni melemahkan lawan secara bertahap tanpa membuka front darat.

Kimmitt juga menegaskan bahwa Presiden Trump ingin menghindari jebakan “perang abadi” yang dulu membelit AS di Timur Tengah. Fokusnya adalah menjaga misi tetap sempit dan jelas, tanpa berkembang menjadi proyek pembangunan negara atau pergantian rezim. Karena itu, konflik ini disebut tidak memiliki batas waktu pasti, melainkan bergantung pada sikap politik Teheran.

Baca Juga: Reza Pahlavi Dukung AS Serang Iran, Dubes Tegas Tak Diakui Rakyat Fakta Mengejutkan Terungkap

Washington menyatakan jalur diplomasi tetap terbuka. Namun, pintu perundingan baru akan benar-benar terbuka jika Iran bersedia memenuhi tiga tuntutan utama yang diajukan AS. Di titik inilah pertarungan sebenarnya terjadi—bukan sekadar di medan militer, tetapi dalam kalkulasi politik, ketahanan ekonomi, dan siapa yang mampu bertahan paling lama di bawah tekanan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Varin VC
Reporter
Varin VC
Varin VC
Editor
Varin VC