Banten

Tangis Bayi Dua Hari Menggema di Gerobak Nasi Uduk Pejaten, Surat Haru dari Kakak 12 Tahun Bikin Warga Tersentuh

Riski Endah Setyawati | 6 Maret 2026, 10:22 WIB
Tangis Bayi Dua Hari Menggema di Gerobak Nasi Uduk Pejaten, Surat Haru dari Kakak 12 Tahun Bikin Warga Tersentuh
Ilustrasi bayi (Istimewa)

Akurat Banten - Suasana sore di kawasan Jalan Pejaten Raya RT 01/02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mendadak berubah haru setelah seorang bayi perempuan ditemukan tergeletak di dalam gerobak nasi uduk.

Bayi tersebut diketahui masih sangat kecil dengan usia diperkirakan baru dua hari sejak dilahirkan.

Yang membuat peristiwa ini semakin menyentuh adalah keberadaan secarik surat yang diduga ditulis oleh kakak kandung bayi itu, seorang anak laki-laki bernama Zidan yang baru berusia 12 tahun.

Baca Juga: Stiker QR Judi Online Bertebaran di Jakarta Selatan, Polisi Ajak Warga Segera Melapor Jika Jadi Korban

Dalam surat tersebut, Zidan mengungkapkan permohonan yang begitu sederhana namun menggetarkan hati siapa pun yang membacanya.

Ia meminta orang yang menemukan bayi tersebut untuk merawat adiknya dengan penuh kasih sayang seperti anak sendiri.

"Assalamualaikum Ibu/Bapak yang menemukan adik saya. Saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya karena ibu saya meninggal saat melahirkan," demikian isi surat yang ditulisnya.

Tulisan tangan itu menggambarkan situasi yang amat berat bagi seorang anak yang masih sangat muda.

Zidan menjelaskan bahwa sang ibu meninggal dunia setelah melahirkan adiknya.

Dalam kondisi kehilangan tersebut, ia mengaku tidak mampu merawat bayi itu seorang diri.

Baca Juga: Mudik Gratis ke Kepulauan Seribu Dibuka Pemprov DKI Jakarta, Warga Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya

Melalui surat yang ia tinggalkan, Zidan juga menyampaikan keputusan berat untuk tidak lagi menemui adiknya di masa depan.

"Tolong anggap seperti anak sendiri karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi. Saya tidak mau masa depan dia seperti saya. Terimakasih," tulisnya dalam pesan yang penuh harap.

Penemuan bayi tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Dinda yang saat itu sedang berada di lantai dua rumahnya.

Ia tiba-tiba mendengar suara tangisan bayi yang cukup jelas dari arah luar rumah.

Merasa curiga dengan suara tersebut, Dinda kemudian mencoba mencari sumber tangisan itu.

Setelah menelusuri area sekitar rumah, ia menemukan sebuah tas belanja yang diletakkan di dalam gerobak nasi uduk yang berada di depan rumah warga.

Ketika tas tersebut dibuka, ternyata di dalamnya terdapat seorang bayi perempuan yang masih hidup.

Bayi itu tampak mengenakan pakaian bermotif boneka beruang berwarna biru dan dibungkus dengan selimut putih.

Baca Juga: Stiker QR Judi Online Bertebaran di Jakarta Selatan, Polisi Ajak Warga Segera Melapor Jika Jadi Korban

Selain bayi, di dalam tas tersebut juga ditemukan beberapa perlengkapan lain yang tampaknya disiapkan untuk kebutuhan sang bayi.

Di antaranya terdapat susu bubuk, tisu basah, sarung tangan bayi, serta secarik kertas berisi tulisan tangan yang kemudian diketahui sebagai surat dari Zidan.

Dinda kemudian segera memberitahukan penemuan tersebut kepada warga sekitar, termasuk seorang saksi lainnya bernama Marlinah.

Keduanya memastikan bahwa bayi tersebut masih dalam kondisi hidup sebelum akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian itu kepada ketua RT setempat.

Tidak lama setelah itu, informasi mengenai penemuan bayi tersebut juga diteruskan kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, menjelaskan bahwa laporan mengenai penemuan bayi diterima oleh polisi.

Setelah mendapatkan laporan, petugas dari Polsek Pasar Minggu segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan langsung.

Polisi kemudian meminta keterangan dari para saksi yang pertama kali menemukan bayi tersebut.

"Saksi Dinda dan saksi Marlinah menyampaikan informasi telah menemukan seorang bayi perempuan berada di dalam tas belanja dalam gerobak nasi uduk," kata Anggiat.

Baca Juga: Stiker QR Judi Online Bertebaran di Jakarta Selatan, Polisi Ajak Warga Segera Melapor Jika Jadi Korban

Berdasarkan keterangan saksi serta isi surat yang ditemukan di dalam tas, bayi tersebut diperkirakan baru berusia sekitar dua hari.

Nama bayi juga diketahui dari tulisan di kertas yang menyebutkan bahwa bayi itu bernama Ameera Ramadhani.

Petugas kepolisian kemudian melakukan sejumlah langkah lanjutan untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Koordinasi dilakukan bersama ketua RT setempat, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Puskesmas Pasar Minggu, serta Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi bayi sekaligus mencari informasi tambahan terkait peristiwa penelantaran tersebut.

Setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan di lokasi, bayi perempuan itu kemudian segera mendapatkan penanganan medis.

Lalu petugas membawa bayi tersebut ke Puskesmas Pasar Minggu untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Baca Juga: Debut Rahmat di All England 2026, Rian Ardianto Minta Rekannya Bermain Tanpa Beban

"Bayi perempuan itu dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu guna penanganan medis lebih lanjut," ujar Anggiat.

Peristiwa ini pun mengundang perhatian warga sekitar yang merasa prihatin dengan nasib bayi tersebut sekaligus kisah pilu yang dialami kakaknya.

Banyak warga mengaku tersentuh setelah membaca isi surat yang ditulis oleh anak berusia 12 tahun itu.

Kisah tersebut menjadi pengingat tentang beratnya kehidupan yang kadang harus dihadapi bahkan oleh anak-anak yang masih sangat muda.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.