Banten

Prabowo Pasang Target Ambisius Danantara Harus Setor Rp800 Triliun ke Negara Setiap Tahun

Riski Endah Setyawati | 14 Maret 2026, 11:57 WIB
Prabowo Pasang Target Ambisius Danantara Harus Setor Rp800 Triliun ke Negara Setiap Tahun
Danantara Indonesia (Istimewa)

Akurat Banten - Presiden Prabowo Subianto menegaskan target besar bagi Danantara Indonesia agar mampu memberikan kontribusi minimal sebesar 50 miliar dolar AS atau setara Rp800 triliun kepada negara setiap tahun.

Target tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan satu tahun berdirinya Danantara yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Presiden menjelaskan bahwa angka tersebut dihitung berdasarkan tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) dari seluruh aset yang berada di bawah pengelolaan Danantara.

Menurut Prabowo, perhitungan sederhana menunjukkan bahwa jika Danantara mampu menghasilkan ROA minimal lima persen dari total aset yang dikelola, maka kontribusi yang dapat diberikan kepada negara mencapai sekitar 50 miliar dolar AS setiap tahun.

Baca Juga: Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Persiapan Lebaran di Tengah Aktivitas yang Padat

Ia menilai angka tersebut merupakan target realistis untuk sebuah lembaga yang baru menjalankan tugas pengelolaan aset negara selama satu tahun terakhir.

Prabowo menegaskan bahwa perusahaan yang dikelola dengan baik pada umumnya mampu mencatat tingkat pengembalian aset hingga sekitar 10 persen setiap tahun.

Namun, pemerintah tidak langsung menetapkan standar setinggi itu bagi Danantara pada tahap awal operasionalnya.

Presiden mengatakan target lima persen dianggap cukup masuk akal sebagai titik awal sebelum lembaga tersebut berkembang lebih jauh.

"Kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai. Kalau hanya 5 persen ROA, berarti Danantara harus kembalikan ke negara 50 miliar dolar AS tiap tahun, Rp800 triliun," kata Prabowo.

Meski demikian, ia menekankan bahwa Danantara tetap harus memiliki visi jangka panjang yang jelas dalam mengelola aset negara.

Prabowo berharap lembaga tersebut dapat terus meningkatkan kinerjanya hingga mampu mencapai tingkat pengembalian yang lebih tinggi di masa mendatang.

Baca Juga: Perampokan Sadis di Bekasi Terungkap, Polisi Pastikan Motif Pelaku Hanya Ingin Mencuri

Dalam pandangan Presiden, target ROA sebesar 10 hingga 15 persen per tahun bukanlah sesuatu yang mustahil jika sistem pengelolaan aset dijalankan secara profesional dan efisien.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kinerja tersebut harus dilakukan secara bertahap seiring dengan pengalaman dan kapasitas lembaga yang semakin berkembang.

Walau target jangka panjangnya cukup besar, Prabowo tetap memberikan apresiasi atas kinerja Danantara sepanjang tahun pertama operasionalnya.

Ia menilai pencapaian yang telah diraih menunjukkan potensi besar lembaga tersebut dalam mengelola aset negara secara lebih efektif.

Namun Presiden juga mengingatkan bahwa perjalanan Danantara ke depan tidak akan sepenuhnya mudah.

Menurutnya, berbagai tantangan masih akan dihadapi, terutama dalam memastikan seluruh aset negara dapat dikelola secara optimal dan transparan.

"Saya ingatkan, sasaran masih cukup jauh. Saudara harus bisa memberi return 5 persen minimal kembali ke negara. 50 miliar dolar AS minimal," imbuhnya.

Baca Juga: Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Persiapan Lebaran di Tengah Aktivitas yang Padat

Sebelumnya, Prabowo juga mengungkapkan bahwa performa Danantara selama setahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Ia menyebutkan lembaga tersebut berhasil mencatat tingkat return on assets yang sangat tinggi, bahkan diklaim mencapai lebih dari 300 persen.

Capaian tersebut dinilai menjadi indikator bahwa pengelolaan aset negara memiliki potensi besar untuk menghasilkan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi apabila dilakukan dengan pendekatan yang tepat.

Presiden menilai pengelolaan aset BUMN yang selama ini tersebar di berbagai sektor dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal jika dikonsolidasikan dalam satu sistem yang terintegrasi.

Karena itulah pembentukan Danantara dianggap sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat tata kelola aset milik negara.

Dengan adanya lembaga ini, berbagai aset BUMN dapat dikelola secara terpadu sehingga mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperbesar kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga: Geger! Juri Hafiz Quran TV Swasta Dilaporkan ke Bareskrim: Dugaan Pelecehan Sesama Jenis Sejak 2017 Terbongkar

Prabowo juga menilai pendekatan terintegrasi akan membuka peluang yang lebih luas bagi optimalisasi aset negara, baik melalui investasi, kerja sama bisnis, maupun pengembangan sektor-sektor produktif.

Jika pengelolaan tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel, maka nilai tambah yang dihasilkan diyakini akan semakin besar.

Pada akhirnya, pemerintah berharap keberadaan Danantara tidak hanya meningkatkan kinerja aset BUMN, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi nasional secara keseluruhan.

Kontribusi besar yang ditargetkan setiap tahun diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi negara sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.