Banten

Prabowo Targetkan 100 Gigawatt PLTS untuk Percepat Swasembada Energi Nasional

Riski Endah Setyawati | 14 Maret 2026, 12:00 WIB
Prabowo Targetkan 100 Gigawatt PLTS untuk Percepat Swasembada Energi Nasional
Foto Prabowo (Istimewa)

Akurat Banten - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan sektor energi melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berskala besar di Indonesia.

Target ambisius pun dicanangkan, yakni membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt dalam waktu sesingkat mungkin.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperluas akses listrik sekaligus mempercepat peralihan menuju penggunaan energi bersih dan berkelanjutan.

Baca Juga: Prabowo Pasang Target Ambisius Danantara Harus Setor Rp800 Triliun ke Negara Setiap Tahun

Prabowo menyampaikan rencana itu ketika menghadiri acara peringatan satu tahun Danantara yang berlangsung di Wisma Danantara, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa percepatan pembangunan energi terbarukan merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional di masa mendatang.

"Kita akan melaksanakan listrifikasi, energi terbarukan dari tenaga surya. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dalam skala besar merupakan keputusan strategis pemerintah untuk memastikan Indonesia dapat mencapai kemandirian energi.

Ia menjelaskan bahwa negara ini memiliki potensi sumber daya energi yang sangat besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal hingga saat ini.

Potensi tersebut tidak hanya berasal dari sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, tetapi juga dari sumber energi lain yang tersedia di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Persiapan Lebaran di Tengah Aktivitas yang Padat

Salah satu sumber energi yang turut menjadi perhatian pemerintah adalah panas bumi atau geotermal.

Prabowo menilai cadangan panas bumi Indonesia termasuk yang terbesar di dunia, namun pengembangannya masih belum optimal.

Padahal, energi panas bumi memiliki potensi besar untuk menjadi sumber listrik yang stabil dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

Selain energi surya dan panas bumi, pemerintah juga melihat peluang besar dari sektor pertanian sebagai sumber energi alternatif.

Berbagai komoditas pertanian seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu dinilai dapat diolah menjadi bahan bakar nabati yang mampu menggantikan sebagian penggunaan bahan bakar fosil.

Baca Juga: Perang AS Israel Iran Diprediksi Berlarut hingga Berbulan-bulan Meski Lebaran di Depan Mata

Pemanfaatan bahan bakar nabati tersebut diyakini dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi berbasis minyak dan batu bara.

Lebih jauh, langkah ini juga dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Dengan memaksimalkan potensi energi terbarukan yang tersedia, pemerintah berharap Indonesia dapat membangun sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Prabowo optimistis bahwa transformasi energi nasional dapat berjalan lebih cepat jika seluruh potensi yang dimiliki negara dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga: Cara Tetap Bugar Saat Membersihkan Rumah Menjelang Lebaran agar Tidak Mudah Lelah

Ia juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan sektor energi bukan sekadar rencana, melainkan telah menjadi keputusan resmi pemerintah.

Menurutnya, berbagai program strategis tersebut akan segera diwujudkan melalui langkah nyata dalam waktu dekat.

Presiden meyakini Indonesia memiliki kemampuan untuk bergerak lebih cepat dibandingkan banyak negara lain dalam mengembangkan energi terbarukan.

Hal itu didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang melimpah serta komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan di sektor energi.

Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu negara yang berhasil membangun sistem energi bersih dalam waktu relatif singkat.

Prabowo pun menegaskan bahwa target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt akan menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi.

"Itu sudah perintah saya, itu sudah keputusan saya, dan kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," tegas Prabowo.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.