Banten

MISTERI Botol Bensin Maut di Surabaya: Siapa Sebenarnya Penyiram Tubuh Terduga Curanmor yang Terbakar?

Saeful Anwar | 3 November 2025, 12:00 WIB
MISTERI Botol Bensin Maut di Surabaya: Siapa Sebenarnya Penyiram Tubuh Terduga Curanmor yang Terbakar?

AKURAT BANTEN – Aksi main hakim sendiri yang berujung tragis di Jalan Jojoran Gang III, Surabaya, Kamis (30/10/2025) pagi, hingga kini masih diselimuti misteri.
Seorang terduga pencuri motor berinisial RK (45) harus mengalami nasib nahas setelah tubuhnya disiram bensin dan terbakar, sebuah peristiwa keji yang videonya sempat viral dan memantik kemarahan publik.

Pertanyaan besar kini tertuju pada satu titik: Siapa pelaku penyiraman bensin maut tersebut?

Baca Juga: GERBONG KHUSUS PETANI: KAI Commuter Ubah Wajah Angkutan Logistik Rakyat, Tembus Rangkasbitung!

Pria Berkacamata Hitam dan Botol Bensin: Sosok Kunci yang Membuka Tabir

Dalam rekaman video amatir yang menyebar luas, publik disuguhkan pemandangan seorang pria paruh baya mengenakan baju kuning dan kacamata hitam yang tampak membawa botol kaca berisi bensin.

Pria ini terlihat berada di belakang RK yang sudah diikat pada tiang listrik, sebelum kemudian api melahap tubuh korban.

Pria tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Uud Khomarudin alias Udin alias Uud Harley, warga sekitar Jalan Jojoran Gang I.

Ketika diinterogasi wartawan, Uud Khomarudin memberikan pengakuan yang justru semakin menambah kabut misteri, sekaligus menggeser fokus penyelidikan.

"Setelah saya membawa botol bensin, saya ke warkop di depan tempat pelaku diikat. Dari situ, bensin diambil oleh pemiliknya, yaitu penjual toko Madura. Nah, dari situ saya tidak tahu siapa yang menyiram bensin. Coba tanya ke Babinsa Mojo, dia lebih tahu siapa yang menyiram," ujar Uud, Jumat (31/10/2025).

Pengakuan Uud ini secara tegas membantah dirinya sebagai penyiram, namun mengonfirmasi bahwa ia adalah orang yang membawa bahan bakar berbahaya tersebut ke lokasi dan menyerahkannya kepada "penjual toko Madura."

Baca Juga: PROJO 'Lepas' dari Jokowi? Ganti Logo dan Isyarat Kuat Budi Arie Merapat ke Gerindra!

Babinsa Berjuang Melindungi, Tapi Terkena Percikan Bensin

Keterangan Uud mengarahkan wartawan kepada pihak yang berada di lokasi sejak awal, Sersan Kepala Suyuti, Babinsa Mojo Koramil Gubeng. Suyuti memberikan kesaksian kunci mengenai detik-detik sebelum RK terbakar.

Ia menjelaskan, kedatangannya di lokasi berawal dari informasi 112 mengenai penangkapan curanmor. Saat tiba, RK sudah diikat dan menjadi bulan-bulanan massa.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Megawati Ungkap Soeharto Pernah Tolak Pemakaman Bung Karno di TMP Kalibata, Ini Alasannya

"Pada waktu itu saya mendapat informasi...
Sesampainya di lokasi, pelaku sudah diikat di tiang dan sempat dipukuli warga. Saya langsung mengambil tindakan untuk melindungi pelaku agar tidak dihakimi massa," kata Suyuti.

Bahkan, Suyuti mengaku sempat menutupi kepala RK untuk melindungi dari amukan massa. Namun, ia juga tidak dapat mengidentifikasi siapa pelaku penyiraman.

"Saya tidak tahu siapa yang menyiram bensin karena banyak warga di sana. Tapi memang ada yang menyiram, sebab percikan air yang dilempar warga berbau bensin, bahkan pakaian saya juga terkena bensin," urainya, menguatkan dugaan bahwa aksi penyiraman terjadi di tengah kerumunan dan dalam waktu singkat.

Sersan Suyuti juga memastikan bahwa tragedi penyiraman bensin itu terjadi sebelum petugas dari Polsek Gubeng dan Satpol PP Gubeng tiba di lokasi untuk mengevakuasi pelaku.

Baca Juga: PECAH REKOR! 18 Pejabat Eselon II Dilantik Besok, Pemprov Banten Isi Kekosongan Massif, 4 Orang dari Luar Daerah Dipercaya Gubernur

Teka-Teki "Penjual Toko Madura" dan Sikap Polisi

Hingga saat ini, Polsek Gubeng terus melakukan penyelidikan intensif. Fokus penyelidikan tentu tertuju pada dua hal:

Siapa "penjual toko Madura" yang disebut Uud Khomarudin mengambil botol bensin dari tangannya?

Siapa orang tak bertanggung jawab yang menyiramkan bensin ke tubuh RK di tengah upaya pengamanan oleh Babinsa?

Kasus ini menjadi ujian berat bagi penegakan hukum di Surabaya, untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang dapat mengambil peran sebagai "hakim" di jalanan.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Gubeng, Kompol Eko Sudarmanto, belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru kasus ini.

Masyarakat menunggu jawaban dari kepolisian: siapa yang harus bertanggung jawab atas nyawa RK? (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman