Banten

Kapolres Metro Tangerang Kota Ancam Sapu Preman Pasar: Tak Ada Lagi Setoran ke Oknum

Irsyad Mohammad | 6 November 2025, 20:58 WIB
Kapolres Metro Tangerang Kota Ancam Sapu Preman Pasar: Tak Ada Lagi Setoran ke Oknum

 

AKURAT BANTEN - Maraknya aksi premanisme di lingkungan pasar rakyat Kota Tangerang kian meresahkan. Para pedagang mengaku gelisah karena harus rutin menyetor uang kepada oknum-oknum yang mengaku menguasai area pasar.

Menanggapi keresahan tersebut, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik premanisme dalam bentuk apa pun.

Ia menyatakan telah memerintahkan seluruh jajaran untuk turun langsung dan melakukan langkah konkret di lapangan.

Baca Juga: Pegawai Pemkab Tangerang yang Terlibat Peredaran Narkoba Ternyata Sudah Seminggu Mangkir Kerja

"Saya, Kapolres, sudah memerintahkan seluruh jajaran intelijen untuk mendapatkan semua mapping, apa-apa yang menjadi target operasi premanisme," tegas Jauhari.

Ia menjelaskan, kepolisian telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gabungan yang terdiri dari berbagai unsur untuk menindak tegas pelaku premanisme, terutama di kawasan pasar rakyat.

Jika ditemukan adanya unsur pidana, Polres Metro Tangerang Kota akan langsung memproses secara hukum.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Peresmian Pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Dorong Penguatan Industri Petrokimia Nasional

"Kita juga sudah membentuk tim Satgas Gabungan, tim tindak untuk proses premanisme yang ditemukan dan sudah ada unsur pidananya, dan kita akan proses," ujarnya menegaskan.

Meski hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk, Kombes Pol Jauhari memastikan pihaknya tetap menjalankan langkah antisipatif melalui operasi gabungan dan patroli rutin.

"Untuk laporan resmi belum ada, tapi kita melakukan giat-giat operasi gabungan," jelasnya.

Baca Juga: Siswa Tewas Diduga Jatuh dari Lantai Delapan di Sekolah Internasional Pahoa

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, juga menyoroti persoalan yang sama. Ia menegaskan bahwa praktik premanisme dan pungutan liar di pasar tradisional tidak boleh dibiarkan.

"Praktik premanisme di lingkungan pasar tidak boleh dibiarkan, tidak boleh ada pungutan liar, tidak boleh ada intimidasi terhadap pedagang. Pedagang harus nyaman," kata Sachrudin, Jumat (31/10/25).

Ia meminta jajaran Perumda Pasar Kota Tangerang untuk bersinergi dengan aparat keamanan agar pasar rakyat menjadi ruang ekonomi yang tertib dan aman.

"Dirut bersama jajaran harus bersinergi dengan aparat keamanan, Satpol PP, serta masyarakat untuk menciptakan pasar yang aman dan tertib," tambahnya.

Baca Juga: Dua ASN Pemkab Tangerang Dipecat karena Bolos Kerja

Sementara itu, Manajer Operasional Perseroda TNG, Rudy Hariadi, mengungkapkan masih banyak kendala dalam tata kelola pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Lama.

Menurutnya, campur tangan oknum ormas dan preman membuat pendapatan dari sektor tersebut tidak maksimal.

"Pengelolaan PKL di Pasar Lama itu banyak oknum preman dan ormas yang ikut bermain. Pedagang umumnya takut, karena kalau melawan, gerobaknya bisa dirusak," ungkap Rudy.

Baca Juga: Pupuk Subsidi Turun 20 Persen Pemerintah Serius Bantu Petani untuk Ketahanan Pangan

Rudy menyebut ada sekitar 247 PKL yang bernaung di bawah Perseroda TNG dan diduga masih menjadi sasaran pungutan liar oleh oknum tak bertanggung jawab.

"Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi pendapatannya belum maksimal. Total PKL ada 247 menurut data," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.