Banten

Guncang Dunia! AS Pasang Sayembara Rp170 Miliar untuk Kepala Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei Ternyata Sudah Diamankan ke Rusia

Abdurahman | 18 Maret 2026, 18:05 WIB
Guncang Dunia! AS Pasang Sayembara Rp170 Miliar untuk Kepala Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei Ternyata Sudah Diamankan ke Rusia
Kolase Mojtaba Khamenei dan Donald Trump (Istimewa)

AKURAT BANTEN – Peta konflik Timur Tengah mendadak memanas hingga ke titik didih.

Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan sayembara luar biasa dengan nilai imbalan mencapai USD 10 juta atau setara dengan Rp170 miliar bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi akurat terkait keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Namun, di tengah perburuan masif yang diluncurkan Washington, sebuah kabar mengejutkan berembus dari koridor intelijen: Sang target dikabarkan telah dievakuasi dan kini berada di bawah perlindungan ketat di Rusia.

Baca Juga: Geger! Rekaman CCTV Kematian Benjamin Netanyahu dalam Serangan Iran Dirilis Al Jazeera? Cek Faktanya!

Perburuan Paling Mahal Abad Ini

Melalui program Rewards for Justice, Departemen Luar Negeri AS menempatkan Mojtaba Khamenei sebagai target utama.

Angka Rp170 miliar yang ditawarkan bukan sekadar simbolis. Washington menuding putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei ini sebagai otak di balik operasi paramiliter Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengancam kepentingan Barat dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Langkah AS ini dianggap sebagai upaya "memenggal" komando tertinggi Teheran yang baru saja mengalami transisi kekuasaan.

Baca Juga: Ogah Bantu Serang Iran, Trump Semprot China: Kalian Mau Minyaknya, Tapi AS yang Perang!

Plot Twist: Jejak Mojtaba di Moskow

Yang membuat publik terhenyak adalah laporan yang menyebutkan bahwa upaya AS mungkin akan menemui jalan buntu.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan diplomatik, Mojtaba Khamenei diduga tidak lagi berada di wilayah Iran.

Ia dikabarkan telah "diamankan" ke Rusia tak lama setelah eskalasi militer meningkat.

Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa Mojtaba memerlukan perawatan medis khusus akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan udara sebelumnya, dan Kremlin—aliansi terdekat Teheran—menjadi satu-satunya tempat yang dianggap cukup aman dari jangkauan intelijen Barat.

Jika informasi ini benar, maka perburuan AS akan berhadapan langsung dengan benteng pertahanan Vladimir Putin, yang berisiko memicu konfrontasi global yang lebih luas antara blok Barat dan Timur.

Baca Juga: Iran Klaim Netanyahu Tewas Dirudal, Sang PM Muncul Sambil Ngopi, Ia Mengejek: 'Saya Mati Kelaparan Kafein!'

Spekulasi Kondisi Fisik: Terluka atau Masih Berkuasa?

Ketegangan semakin meruncing setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan provokatif mengenai kondisi kesehatan Mojtaba.

Trump menyebut bahwa sang pemimpin Iran mungkin dalam kondisi "terluka atau cacat" sehingga harus disembunyikan.

"Saya pikir dia terluka, tapi mungkin masih hidup dalam kapasitas tertentu," ujar Trump dalam sebuah wawancara yang memicu perdebatan sengit.

Namun, Teheran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dengan tegas membantah klaim tersebut.

Pihak Iran menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei sehat dan tetap memegang kendali penuh atas kebijakan strategis negara, meskipun lokasi pastinya tetap menjadi rahasia negara yang paling dijaga ketat.

Baca Juga: Dunia Bergetar! Garda Revolusi Iran Bersumpah Kejar Netanyahu 'Sampai ke Ujung Dunia' Akan Bunuh! Jika Masih Hidup

Mengapa Berita Ini Menjadi Viral?

Ada tiga alasan mengapa dunia kini menyoroti nasib Mojtaba Khamenei:

Nilai Sayembara: Angka Rp170 miliar adalah salah satu hadiah terbesar yang pernah dikeluarkan AS untuk target politik.

Keterlibatan Rusia: Jika Rusia terbukti melindungi Mojtaba, ini akan mengubah peta geopolitik dunia secara radikal.

Nasib Timur Tengah: Keberadaan Mojtaba menentukan apakah perang besar akan pecah atau diplomasi masih memiliki celah.

Akankah sayembara triliunan rupiah ini membuahkan hasil? Ataukah Mojtaba Khamenei akan menjadi "hantu" yang tak tersentuh di bawah bayang-bayang perlindungan Rusia? (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman