Banten

Khofifah Perkuat Semangat Siswa Sekolah Rakyat Lewat Safari Bansos Ramadhan di Jawa Timur

Riski Endah Setyawati | 18 Maret 2026, 21:42 WIB
Khofifah Perkuat Semangat Siswa Sekolah Rakyat Lewat Safari Bansos Ramadhan di Jawa Timur
Foto Khofifah (Istimewa)

Akurat Banten - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif melalui program Sapa Bantuan Sosial Amaliyah Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini digelar di sejumlah wilayah dan menyasar siswa Sekolah Rakyat sebagai bentuk perhatian nyata terhadap akses pendidikan bagi semua kalangan.

Dalam kunjungannya di Bangkalan, Khofifah menegaskan pentingnya memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap bersemangat dalam menempuh pendidikan.

"Kami ingin anak-anak SR juga merasakan perhatian dan dukungan agar mereka semakin semangat belajar, terus semangat dan optimistis untuk meraih cita-cita,” ujar Khofifah.

Baca Juga: Kabar Baik Bansos Maret 2026 Penyaluran PKH dan BPNT Dipercepat, Ini Jadwal Terbarunya

Program Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan tersebut kini telah memasuki titik ke-17 pelaksanaan.

Seiring berjalannya waktu, jumlah Sekolah Rakyat yang terlibat terus bertambah dan menjangkau lebih banyak daerah di Jawa Timur.

Hingga saat ini, sedikitnya sembilan Sekolah Rakyat telah ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi 51 Bangkalan, Sekolah Rakyat Menengah Atas 24 Kediri, SRMA 25 Lamongan, Sekolah Rakyat Menengah Pertama 29 Pamekasan, SRMP 15 Mojokerto, serta beberapa sekolah lainnya di Banyuwangi, Tuban, Jombang, dan Gresik.

Setiap kegiatan tidak hanya berisi penyaluran bantuan sosial, tetapi juga diwarnai dengan penampilan seni dari para siswa.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penampilan hadrah yang secara khusus diminta oleh Gubernur Khofifah.

Baca Juga: Kabar Baik Bansos Maret 2026 Penyaluran PKH dan BPNT Dipercepat, Ini Jadwal Terbarunya

Penampilan tersebut sekaligus menciptakan suasana hangat dan kebersamaan di tengah rangkaian kegiatan sosial.

Tak hanya itu, para siswa juga menerima bantuan berupa perlengkapan ibadah dan tas sekolah.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan belajar sekaligus memperkuat semangat mereka dalam menuntut ilmu.

Pada kegiatan sebelumnya yang digelar di Mojokerto pada 26 Februari, suasana kebersamaan juga terasa begitu kental.

Saat itu, Khofifah mengajak para siswa Sekolah Rakyat untuk berbuka puasa bersama di Pendopo Kabupaten Mojokerto.

Momen tersebut menjadi pengalaman yang berkesan, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Interaksi langsung dengan orang nomor satu di Jawa Timur itu menghadirkan rasa bangga sekaligus motivasi tersendiri bagi mereka.

Baca Juga: Geger! Rekaman CCTV Kematian Benjamin Netanyahu dalam Serangan Iran Dirilis Al Jazeera? Cek Faktanya!

Salah satu siswa dari SRT 51 Bangkalan, Raffa Inayah, mengungkapkan kebahagiaannya bisa bertemu langsung dengan gubernur.

“Saya senang sekali dan bangga bisa bertemu Ibu Gubernur, apalagi saya dipeluk langsung. Ini pertemuan pertama kali saya dengan Ibu Gubernur,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan bagi Raffa.

Ia juga menceritakan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pelajaran akademik semata.

Menurutnya, para siswa juga mendapatkan pembinaan karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai kehidupan yang penting untuk masa depan.

“Saya bangga sekali bisa sekolah di SR. Di sini kami diajarkan banyak hal, bukan hanya pelajaran, tapi juga bagaimana bersikap, disiplin, dan punya mimpi. Guru-gurunya juga sangat peduli, jadi kami merasa diperhatikan dan punya keluarga baru. Saya jadi lebih semangat belajar dan ingin membuktikan kalau kami juga bisa sukses,” tuturnya.

Keberadaan Sekolah Rakyat pun menjadi titik balik bagi banyak siswa yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Melalui pendekatan yang menggabungkan pendidikan akademik dan pembentukan karakter, program ini menghadirkan harapan baru bagi masa depan mereka.

Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah diharapkan mampu memperluas jangkauan program ini.

Dengan demikian, semakin banyak anak-anak yang dapat merasakan manfaat pendidikan yang inklusif dan berkualitas.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.