Banten

Mudik Tenang Tanpa Drama Asam Lambung, Begini Cara Cegah GERD Kambuh di Perjalanan

Riski Endah Setyawati | 18 Maret 2026, 21:53 WIB
Mudik Tenang Tanpa Drama Asam Lambung, Begini Cara Cegah GERD Kambuh di Perjalanan
Ilustrasi Asam Pulang (Istimewa)

Akurat Banten - Perjalanan mudik yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan kerap terganggu oleh gangguan kesehatan, salah satunya adalah kambuhnya penyakit asam lambung atau GERD.

Kondisi ini tidak muncul tanpa sebab, melainkan dipicu oleh berbagai perubahan yang terjadi selama perjalanan jauh.

Mulai dari pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan sembarangan, hingga tekanan emosional akibat kemacetan dapat memperburuk kondisi lambung.

Selain itu, posisi duduk dalam waktu lama di kendaraan juga memberikan tekanan pada perut yang berpotensi memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Baca Juga: Lebaran 2026 Berpotensi Beda Hari, Muhammadiyah dan Sejumlah Pesantren Sudah Tetapkan 20 Maret

Akibatnya, penderita GERD bisa merasakan sensasi panas di dada, mual, hingga rasa tidak nyaman yang mengganggu perjalanan.

Situasi ini tentu perlu diantisipasi sejak awal agar mudik tetap berjalan lancar tanpa hambatan kesehatan yang berarti.

Saat gejala mulai terasa di tengah perjalanan, langkah penanganan awal perlu segera dilakukan untuk meredakan keluhan.

Salah satu tindakan sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan melonggarkan pakaian agar tekanan pada perut berkurang.

Selain itu, posisi tubuh sebaiknya diubah menjadi lebih tegak guna mencegah asam lambung naik lebih tinggi.

Mengatur napas secara perlahan dan dalam juga dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks sekaligus mengurangi rasa tidak nyaman.

Jika gejala terasa semakin berat, segera konsumsi air hangat untuk membantu menenangkan lambung dan meredakan iritasi.

Baca Juga: Khofifah Perkuat Semangat Siswa Sekolah Rakyat Lewat Safari Bansos Ramadhan di Jawa Timur

Pertolongan pertama saat GERD kambuh di perjalanan meliputi melonggarkan pakaian, menegakkan posisi duduk, bernapas dalam, serta segera berbuka dengan air hangat bila gejala berat muncul.

Langkah-langkah tersebut menjadi solusi praktis yang bisa dilakukan di mana saja tanpa membutuhkan peralatan khusus.

Namun, pencegahan tetap menjadi kunci utama agar gangguan ini tidak sering terjadi selama perjalanan mudik.

Penderita GERD disarankan untuk tetap menjaga pola makan, baik saat sahur maupun berbuka puasa, agar kondisi lambung tetap stabil.

Memilih jenis makanan yang aman juga sangat penting, terutama dengan menghindari makanan pedas, berlemak, dan terlalu asam yang dapat memicu iritasi lambung.

Tidak hanya itu, kebiasaan langsung berbaring setelah makan sebaiknya dihindari karena dapat mempercepat naiknya asam lambung.

Memberi jeda waktu sebelum beristirahat akan membantu proses pencernaan berjalan lebih optimal.

Di sisi lain, faktor psikologis seperti stres juga memiliki peran besar dalam memicu kambuhnya GERD.

Baca Juga: Lebaran 2026 Bansos PKH dan BPNT Berpeluang Cair Dua Tahap Sekaligus, Ini Penjelasannya

Perjalanan panjang yang melelahkan sering kali membuat seseorang mudah cemas atau emosi, sehingga kondisi ini perlu dikelola dengan baik.

Mengalihkan perhatian dengan mendengarkan musik, berbincang santai, atau beristirahat sejenak bisa menjadi cara efektif untuk menjaga suasana hati tetap stabil.

Dengan kombinasi pola hidup yang lebih teratur dan kesadaran dalam menjaga kondisi tubuh, risiko kambuhnya GERD dapat ditekan secara signifikan.

Mudik pun bisa dijalani dengan lebih nyaman tanpa gangguan kesehatan yang berarti.

Menjaga keseimbangan antara pola makan, kondisi fisik, dan kesehatan mental menjadi kunci utama agar perjalanan pulang kampung tetap menyenangkan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.