Banten

Donald Trump Nyerah? AS Pertimbangkan Akhiri Perang Iran, Berikut Alasan Penghentian Operasi Militer

Cristina Malonda | 21 Maret 2026, 12:19 WIB
Donald Trump Nyerah? AS Pertimbangkan Akhiri Perang Iran, Berikut Alasan Penghentian Operasi Militer
Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Perang Iran, Berikut Alasan Penghentian Operasi Militer (istimewa)

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan kemungkinan berakhirnya operasi militer terhadap Iran setelah konflik panas yang telah berlangsung selama tiga minggu itu.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (20/3/2026) dan menjadi sinyal paling kuat sejauh ini terkait arah kebijakan Amerika Serikat dalam konflik di Timur Tengah.

Melalui platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat semakin mendekati target utama dalam operasi militernya terhadap Iran.

Baca Juga: Trump Meledak! Sebut NATO Penakut dan 'Pengkhianat' Karena Ogah Bantu AS Gempur Iran

“Kita semakin dekat untuk mencapai tujuan kita saat kita mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer besar kita di Timur Tengah,” tulis Trump.

Pernyataan ini memicu spekulasi bahwa Washington tengah menyiapkan strategi keluar dari konflik yang telah meningkatkan ketegangan regional.

Meski demikian, kondisi di lapangan masih menunjukkan situasi yang belum sepenuhnya stabil. Selat Hormuz dilaporkan masih mengalami gangguan aktivitas, sementara ribuan Marinir AS terus dikerahkan ke kawasan tersebut.

Baca Juga: Rayakan Lebaran, Istana Negara Open House Siap Sambut 5.000 Pengunjung Usai Zuhur

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa pengamanan Selat Hormuz seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab Amerika Serikat.

Ia menilai negara-negara yang bergantung pada jalur strategis tersebut perlu mengambil peran lebih besar.

“Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi oleh negara-negara lain yang menggunakannya, Amerika Serikat tidak,” ujarnya.

Baca Juga: Netanyahu Abaikan Larangan Trump di Perang Iran, Buat AS dan Israel Retak?

Sebelumnya, Trump juga sempat mengkritik sekutu NATO karena dinilai tidak cukup berkontribusi dalam menjaga jalur distribusi minyak global tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, terutama untuk distribusi minyak dari kawasan Teluk ke berbagai negara.

Tujuan Operasi Militer terhadap Iran

Trump kembali menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, melemahkan kekuatan militer Iran dan melindungi sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump juga menolak opsi gencatan senjata.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Intip Ramalan Zodiak Cek Keberuntungan Soal Hati dan Keuangan!

“Saya pikir kita telah menang. Saya tidak ingin melakukan gencatan senjata. Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar menghancurkan pihak lain,” tegasnya.

Di sisi lain, konflik ini turut memicu lonjakan harga minyak global yang berdampak pada ekonomi internasional.

Kenaikan harga energi tersebut disebut menjadi tekanan politik bagi Trump, terutama menjelang pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.

Situasi ini membuat keputusan terkait kelanjutan operasi militer menjadi semakin krusial, baik dari sisi geopolitik maupun ekonomi domestik. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.