Banten

Gegara Konflik Iran, Trump Sindir PM Inggris Keir Starmer Lewat Video SNL Buat Hubungan AS–Inggris Memanas

Cristina Malonda | 23 Maret 2026, 19:54 WIB
Gegara Konflik Iran, Trump Sindir PM Inggris Keir Starmer Lewat Video SNL Buat Hubungan AS–Inggris Memanas
Trump Sindir PM Inggris Keir Starmer Lewat Video SNL Buat Hubungan AS–Inggris Memanas

AKURAT BANTEN - Publik tengah ramai menyoroti Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, usai membagikan video sketsa komedi yang menyindir Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.

Video tersebut diunggah melalui platform Truth Social dan langsung memicu perhatian publik internasional.

Konten yang dibagikan Trump merupakan potongan dari acara komedi populer Saturday Night Live (SNL) versi Inggris.

Baca Juga: Israel Kacau! Rudal Iran Hantam Dimona dan Arad, Benjamin Netanyahu Janjikan Balasan Besar

Dalam sketsa tersebut, sosok Starmer digambarkan sebagai pemimpin yang canggung, gugup, dan kesulitan menghadapi tekanan dari Trump.

Dalam video yang diunggah pada Minggu (22/3/2026), karakter Starmer terlihat panik saat menerima panggilan telepon dari Trump. Ia bahkan tampak ragu untuk menjawab, sambil bertanya kepada Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy.

“Oh Tuhan, bagaimana jika Donald membentak saya? Apa yang harus saya katakan, Lammy?” ujar karakter Starmer dalam sketsa tersebut.

Baca Juga: WFH PNS Berlaku Usai Lebaran 2026, ASN Kerja dari Rumah Pemerintah Kejar Penghematan BBM

Meski disarankan untuk tetap percaya diri, karakter itu justru menutup telepon begitu diangkat. Adegan lain memperlihatkan sindiran tajam, ketika Starmer berkata ia akan melakukan apa saja “kecuali mengambil sikap tegas.”

Humor yang ditampilkan dalam sketsa ini dinilai sebagai kritik satir terhadap kepemimpinan dan pendekatan diplomatik Inggris saat ini.

Unggahan Trump ini tidak muncul tanpa konteks. Hubungan antara AS dan Inggris tengah memanas akibat perbedaan sikap terkait konflik Iran.

Baca Juga: Iran Beri Peringatan Keras: Perang Timur Tengah Tak Akan Berhenti Kecuali AS dan Israel Lakukan Ini!

Trump sebelumnya secara terbuka mengkritik Starmer karena dianggap kurang mendukung kebijakan Amerika Serikat. Ia juga menyoroti keputusan Inggris yang sempat membatasi penggunaan pangkalan militer Diego Garcia untuk operasi AS.

Bahkan, Trump sempat melontarkan pernyataan kontroversial dengan membandingkan Starmer dengan Winston Churchill, dan menyebut bahwa Starmer “bukan Churchill.”

Di sisi lain, Starmer mengkritik rencana serangan AS ke Iran sebagai langkah yang “tidak matang” dan “kurang kredibel.”

Baca Juga: Rayakan Lebaran di Tengah Perang, Presiden Iran: Kami Tidak Cari Konflik, Negara Muslim Adalah Saudara

Selat Hormuz dan Dampak Global

Ketegangan ini semakin kompleks dengan situasi di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Blokade yang terjadi di kawasan tersebut menyebabkan lonjakan harga energi global.

Amerika Serikat mendesak negara-negara anggota NATO untuk turut membantu membuka jalur tersebut. Namun, respons sekutu masih terbilang hati-hati.

Inggris sendiri akhirnya mengizinkan misi defensif AS dari pangkalan RAF, meski belum menunjukkan komitmen penuh untuk keterlibatan militer langsung.

Baca Juga: Waduh! Trump Ancam Iran Serangan Lanjutan Pulau Kharg Jika Tak Segera Buka Selat Hormuz

Dalam sketsa SNL, situasi ini juga disindir. Karakter Lammy bahkan menyarankan agar Inggris jujur mengakui ketidakmampuannya mengirim kapal tambahan ke kawasan konflik.

Trump juga melontarkan kritik keras terhadap negara-negara NATO yang dianggap lambat bertindak. Ia bahkan menyebut beberapa sekutu sebagai “pengecut.”

Meski begitu, sejumlah negara seperti Prancis, Jerman, dan Jepang menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam upaya menjaga keamanan pelayaran, meski belum ada komitmen pengiriman kapal perang secara langsung.

Publik menilai aksi Trump membagikan video satir ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga mencerminkan ketegangan diplomatik yang nyata antara Amerika Serikat dan Inggris. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.