Banten

Siap Selat Hormuz Ditutup Total, Ancaman Trump Tidak Buat Iran Takut Sama Sekali

Aullia Rachma Puteri | 23 Maret 2026, 23:23 WIB
Siap Selat Hormuz Ditutup Total, Ancaman Trump Tidak Buat Iran Takut Sama Sekali
selat hormuz tetap tutup meski diancam Trump

AKURAT BANTEN - Memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memunculkan kekhawatiran baru di kancah internasional.

Ancaman yang dilontarkan Presiden AS, Donald Trump, dinilai dapat memicu langkah ekstrem dari Teheran, termasuk kemungkinan menutup Selat Hormuz jalur penting perdagangan energi dunia.

Pengamat intelijen Zulfan Lindan menilai situasi ini tidak bisa dianggap remeh.

Ia melihat Iran memiliki posisi strategis yang dapat digunakan sebagai alat tekanan terhadap negara-negara Barat.

Baca Juga: Situasi Makin Genting, 22 Negara Turun Tangan Kawal Kapal Minyak di Selat Hormuz

Salah satu yang paling krusial adalah kendali atas Selat Hormuz, jalur yang menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Menurutnya, dalam kondisi tertekan, Iran berpotensi mengambil langkah drastis sebagai bentuk respons terhadap tekanan politik maupun militer.

Penutupan jalur tersebut, jika benar terjadi, akan membawa konsekuensi besar yang tidak hanya dirasakan oleh Amerika Serikat, tetapi juga negara-negara lain yang bergantung pada suplai energi dari Timur Tengah.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Baca Juga: Waduh! Trump Ancam Iran Serangan Lanjutan Pulau Kharg Jika Tak Segera Buka Selat Hormuz

Sebagian besar distribusi minyak global melewati wilayah tersebut.

Gangguan sekecil apa pun dapat langsung berdampak pada lonjakan harga minyak dan ketidakstabilan pasar internasional.

Situasi yang berkembang saat ini menunjukkan adanya peningkatan tensi yang signifikan.

Retorika keras, manuver militer, hingga ancaman terbuka menjadi bagian dari dinamika konflik yang belum mereda.

Baca Juga: Trump Desak Sekutu Kirim Kapal Perang Amankan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Menolak Terlibat Eskalasi

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya eskalasi yang lebih luas.

Zulfan juga menyoroti bahwa penutupan Selat Hormuz bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga dapat memicu ketegangan militer yang lebih besar.

Negara-negara dengan kepentingan energi besar kemungkinan tidak akan tinggal diam jika jalur vital tersebut terganggu.

Namun demikian, langkah tersebut juga menyimpan risiko besar bagi Iran sendiri.

Baca Juga: Trump Desak Sekutu Kirim Kapal Perang Amankan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Menolak Terlibat Eskalasi

Penutupan jalur internasional bisa dianggap sebagai pelanggaran serius yang berpotensi memicu respons keras dari komunitas global, termasuk kemungkinan intervensi militer.

Di tengah situasi yang semakin kompleks, dunia kini menanti langkah selanjutnya dari kedua pihak.

Upaya diplomasi masih menjadi harapan utama untuk meredakan ketegangan, meski hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Apabila konflik terus berlanjut tanpa solusi, bukan tidak mungkin krisis ini akan meluas dan berdampak pada stabilitas ekonomi global.

Baca Juga: Iran Tutup Jalur Minyak Dunia, Trump Tegaskan Banyak Negara Siap Amankan Selat Hormuz

Selat Hormuz pun kembali menjadi titik perhatian dunia, sebagai simbol betapa pentingnya kawasan tersebut dalam menjaga keseimbangan energi internasional.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.