Terungkap! Obrolan Trump dan Netanyahu 48 Jam Sebelum Serangan Besar ke Iran

AKURAT BANTEN - Percakapan penting antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu terungkap menjadi salah satu momen krusial sebelum serangan militer besar terhadap Iran.
Diketahui komunikasi ini disebut terjadi kurang dari 48 jam sebelum operasi dimulai dan menjadi bagian dari dinamika geopolitik yang mengguncang Timur Tengah.
Dalam laporan Reuters yang beredar, Netanyahu berupaya meyakinkan Trump untuk segera mengambil langkah tegas terhadap Iran. Sikap ini cukup kontras, mengingat Trump sebelumnya cenderung menghindari konflik militer selama masa kampanyenya.
Baca Juga: Tok, Resmi! Pemerintah Tetapkan Jumat Jadi Hari WFH: ASN dan Karyawan Swasta Wajib Simak Aturannya!
Kedua pemimpin menerima laporan intelijen terkait rencana pertemuan penting yang akan dipimpin oleh Ali Khamenei di Teheran.
Pertemuan tersebut dianggap sebagai peluang strategis untuk melancarkan serangan langsung yang menargetkan pucuk kepemimpinan Iran atau dikenal sebagai decapitation strike.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa jadwal pertemuan Khamenei dimajukan, sehingga membuka peluang serangan lebih cepat dari perkiraan. Netanyahu menilai kesempatan tersebut sangat langka dan mungkin tidak akan terulang.
Baca Juga: Israel Kacau! Rudal Iran Hantam Dimona dan Arad, Benjamin Netanyahu Janjikan Balasan Besar
Ia juga mengaitkan urgensi serangan dengan dugaan ancaman terhadap Trump di masa lalu, termasuk rencana pembunuhan yang disebut berkaitan dengan kematian Qassem Soleimani dalam operasi militer AS sebelumnya.
Meski disebut telah menyetujui konsep operasi militer, Trump saat itu belum menentukan waktu pelaksanaannya. Namun, dalam beberapa minggu sebelumnya, Amerika Serikat telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah.
Beberapa pejabat meyakini bahwa keputusan serangan hanya tinggal menunggu waktu, meskipun sempat tertunda oleh faktor teknis seperti kondisi cuaca.
Baca Juga: Geger WFH 1 Hari Sepekan Bakal Jadi Aturan Wajib? ASN dan Karyawan Swasta Siap-Siap Cek Syaratnya
Percakapan dengan Netanyahu disebut menjadi dorongan akhir yang memperkuat keputusan Trump untuk melancarkan operasi militer yang kemudian dikenal sebagai Operation Epic Fury.
Serangan dan Klaim Kematian Khamenei
Serangan awal dilancarkan pada pagi hari, 28 Februari 2026. Pada malam harinya, Trump mengumumkan bahwa Khamenei telah tewas dalam operasi tersebut.
Netanyahu sebelumnya menyebut bahwa keberhasilan tersebut berpotensi mencatat sejarah, bahkan bisa memicu perubahan besar di Iran, termasuk kemungkinan runtuhnya sistem pemerintahan teokratis yang telah berkuasa sejak Revolusi Iran 1979.
Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa operasi militer ini bertujuan untuk menghancurkan kemampuan rudal balistik Iran, melumpuhkan kekuatan angkatan laut Iran dan mencegah pengembangan senjata nuklir.
Baca Juga: Fakta Sekolah Daring April 2026 Bikin Khawatir Orang Tua, Pemerintah Blak-blakan Ngaku Hal Ini
Meski demikian, pihak Israel dan Iran belum memberikan pernyataan resmi yang rinci terkait laporan tersebut.
Dalam konferensi pers, Netanyahu membantah anggapan bahwa Israel memengaruhi keputusan Amerika Serikat secara langsung. Ia menegaskan bahwa Trump bertindak atas keputusan sendiri.
Trump juga menegaskan bahwa keputusan serangan sepenuhnya berada di tangannya, meskipun berbagai laporan menunjukkan bahwa Netanyahu memiliki peran signifikan dalam membentuk narasi ancaman dan urgensi tindakan militer tersebut. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









