Banten

SENTUHAN PRABOWO: Ratusan Becak Listrik Gratis dari Kantong Pribadi Presiden Mengubah Nasib Tukang Becak Tua di Tangerang

Saeful Anwar | 15 November 2025, 07:20 WIB
SENTUHAN PRABOWO: Ratusan Becak Listrik Gratis dari Kantong Pribadi Presiden Mengubah Nasib Tukang Becak Tua di Tangerang

    

AKURAT BANTEN– Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmen pribadinya terhadap rakyat kecil.

Bukan melalui alokasi anggaran negara, melainkan murni dari kantong pribadinya, ratusan becak listrik modern telah disalurkan kepada para penarik becak lanjut usia di Kota Tangerang, Banten.

Aksi kemanusiaan ini dieksekusi melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), dengan tujuan mulia: meringankan beban kerja para pahlawan jalanan yang renta.

Baca Juga: Akhir Dramatis Rumah Mewah Ahmad Sahroni Pasca-Penjarahan: Rata dengan Tanah, Siap Bangun 'Benteng' Baru, Netizen Bilang Begini

Berawal dari Rasa Iba Melihat Lansia Kurus Penuh Peluh

Ketua Umum GSN, Teguh Arief Indratmoko, mengungkapkan kisah haru di balik inisiatif ini. Program ini berawal dari kepedulian Presiden Prabowo saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

“Beliau tersentuh melihat seorang pengemudi becak usia 70 tahun, kurus, penuh peluh, kulitnya hitam terbakar matahari. Dari situ muncul inisiatif membuat becak listrik agar meringankan pekerjaan mereka,” ujar Teguh, Jumat (14/11/2025).

Sentuhan kemanusiaan inilah yang menjadi dasar bagi program becak listrik, yang nilainya ditaksir mencapai sekitar Rp 23 juta per unit dan diberikan sepenuhnya secara cuma-cuma kepada penerima.

Baca Juga: Jakarta Terancam Tenggelam! Tanggul Pantai Mutiara Sudah :Sejajar' Laut, Warga Elit Hingga Nelayan Histeris

Tahap Awal: Fokus pada Usia 70 Tahun ke Atas

Dari rencana total 200 unit yang dialokasikan untuk Tangerang, sebanyak 140 unit telah diselesaikan dan diserahkan. Sebanyak 60 unit sisanya dipastikan akan menyusul dalam waktu dekat.

Pada tahap awal, GSN memprioritaskan penerima dengan kriteria usia 70 tahun ke atas. Setelah kuota ini terpenuhi, batas usia akan diturunkan menjadi 60 tahun dan disesuaikan secara bertahap.

Hal ini menjamin bantuan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan.

Baca Juga: TEROBOSAN MENSOS! Lansia dan Disabilitas Dapat Jatah 'Makan Bergizi Gratis' dari Pemerintah Prabowo, Anggaran Rp15 Ribu per Porsi!

Bukan Becak Biasa: Diproduksi Pindad dan Target 40.000 Unit Nasional

Becak listrik yang dibagikan ini memiliki spesifikasi yang istimewa. Diproduksi oleh pabrikan pertahanan nasional PT Pindad, becak ini bukan hanya solusi mobilitas, tetapi juga simbol kemandirian industri dalam negeri.

Program ini memiliki ambisi besar. Tahun ini, Pindad ditargetkan memproduksi 10.000 unit. Angka ini akan ditingkatkan drastis pada tahun 2026 menjadi 30.000 unit, dengan total rencana distribusi 40.000 unit untuk disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.

“Selama ada populasi becak, semuanya akan dikasih,” tegas Teguh, memastikan distribusi akan merata ke seluruh penjuru negeri yang memiliki penarik becak, menyusul kota-kota seperti Tegal dan Pekalongan yang telah menerima bantuan serupa.

Baca Juga: BREAKING! Polisi Aktif Dilarang Jabat Posisi Sipil: Istana & Polri 'Tunduk' ke MK, Ratusan Jabatan Bakal Kosong?

Jaminan Purna Jual dan Pelatihan Penggunaan

GSN juga memastikan program ini berkelanjutan. Para penerima diwajibkan mendapatkan pelatihan intensif mengenai penggunaan dan perawatan becak listrik.

Tim teknis GSN akan mendampingi langsung para pengemudi becak dan menyediakan layanan purna jual yang komprehensif.

Bengkel-bengkel mitra telah disiapkan, dan untuk wilayah yang belum memiliki fasilitas, tim pusat akan turun langsung untuk melakukan perbaikan. Ini adalah jaminan bahwa bantuan ini akan bertahan lama dan benar-benar meringankan beban para penarik becak (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman