SKANDAL KUALITAS BANGUNAN? Rektorat Unsil Angkat Bicara Soal Atap Ruang Baca Roboh yang Lukai 18 Mahasiswa

Rangka Baja Ringan FKIP yang Keropos Jadi Bukti Awal, Unsil Janji Audit Total Infrastruktur Kampus!
AKURAT BANTEN – Tragedi robohnya atap ruang baca terbuka di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi (Unsil) pada Ahad (16/11), yang melukai 18 mahasiswa saat latihan teater, kini memasuki babak baru.
Pihak kampus dan kontraktor akhirnya memberikan tanggapan resmi, di tengah desakan publik atas dugaan kelalaian dan buruknya kualitas bangunan.
Fokus utama penyelidikan kini mengerucut pada temuan awal kepolisian: rangka atap dari baja ringan bangunan tersebut mengalami pengeroposan parah.
Respons Rektorat Unsil: Jaminan Biaya dan Audit Menyeluruh
Rektor Universitas Siliwangi, Prof. Dr. Ir. Nundang Busaeri, M.T., IPU., ASEAN.Eng, menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas insiden yang merenggut ketenangan kampus tersebut.
"Ini adalah musibah yang sangat kami sesali. Kami menjamin seluruh biaya pengobatan dan perawatan 18 mahasiswa korban, baik yang dirawat di Klinik Unsil, RS TMC, maupun yang mengalami luka berat di RSUD dr. Soekardjo," tegas Rektor dalam konferensi pers, Senin sore.
Lebih lanjut, Rektorat Unsil merespons tuntutan mahasiswa dengan menjanjikan langkah strategis:
"Kami telah membentuk tim independen untuk segera melakukan audit total terhadap semua bangunan di lingkungan Unsil, terutama yang menggunakan material baja ringan dan telah berusia di atas lima tahun. Keamanan dan keselamatan mahasiswa adalah prioritas mutlak."
Unsil juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian, khususnya terkait penyelidikan terhadap kontraktor yang bertanggung jawab atas pembangunan atau renovasi terakhir ruang baca tersebut.
Penyelidikan Polda Jabar: Memanggil Kontraktor dan Pemilik Proyek
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah ditingkatkan statusnya. Tim penyidik telah memanggil beberapa saksi kunci dan akan segera memanggil pihak kontraktor yang terlibat dalam proyek rangka atap tersebut.
"Pemeriksaan awal menunjukkan adanya indikasi kegagalan struktur akibat pengeroposan pada baja ringan. Kami sedang mendalami standar material yang digunakan dan prosedur perawatan bangunan," ujar Kombes Hendra.
Jika ditemukan adanya unsur kelalaian yang terbukti secara hukum menyebabkan luka-luka pada korban, pihak yang bertanggung jawab dapat dikenakan pasal terkait kelalaian yang menyebabkan kerugian fisik.
Detik-Detik Mencekam dan Nasib Korban Luka Berat
Tragedi terjadi saat 20 mahasiswa sedang intensif berlatih teater untuk ujian akhir semester. Tiba-tiba, atap ambruk, menimpa 18 di antaranya. Korban paling serius adalah Reita Nur Faidah (19 tahun), yang mengalami luka berat pada bagian kepala, hidung, dan mulut dan masih dirawat intensif di RSUD Dr. Soekardjo.
Sebagian besar korban lainnya, yang mengalami luka ringan dan shock berat, telah mendapatkan penanganan dan trauma healing darurat.
Kasus ini kini menjadi pelajaran pahit mengenai pentingnya pengawasan kualitas material dan perawatan infrastruktur di lingkungan pendidikan. Publik menanti hasil penyelidikan polisi dan komitmen audit total dari pihak Unsil (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








