Gadis 15 Tahun Warga Kosambi Tangerang Diberi Minuman Kemasan Sebelum Dirudapaksa

AKURAT BANTEN - Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun (Bunga) di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, melaporkan adanya dugaan tindak kekerasan terhadap dirinya setelah ia mengaku dibuat tidak berdaya oleh dua orang yang dikenalnya.
Bunga, mengaku awalnya dia diajak oleh temannya sendiri untuk pergi keluar rumah bersama-sama.
Diperjalanan kata Bunga, mereka sempat membeli minuman kemasan di sebuah waralaba sebelum tiba di kosannya.
Baca Juga: BOM WAKTU BISNIS GUBERNUR: Warisan Saham Rp245 Miliar atau 'Gurita' Tambang Sherly Tjoanda?
Namun minuman yang dibeli tersebut tidak diberikan kepada dirinya dan dipegang oleh temannya hingga sampai ke kos-kosan.
Setiba di sebuah tempat kos, minuman tersebut barulah diserahkan kepada Bunga.
"Pas itu saya di rumah. Terus temen ngajakin keluar. Terus pas itu, saya kan ke Alfa dulu jajan. Terus saya beli teh pucuk kan. Nah, teh pucuknya itu gak saya langsung pegang. Dari dianya (teman) tuh. Terus pas sampe kosannya saya dikasih tepucuk itu," ungkap Bunga.
Baca Juga: BREAKING! Gunung Semeru Meletus Dahsyat, Awan Panas 7 Km, Warga Diminta Siaga Total
Kemudian, kata Bunga beberapa saat setelah meminumnya, ia mengaku tidak sadarkan diri.
Bunga menyatakan bahwa ia hanya ingat detik-detik sebelum kehilangan kesadaran. Ia diduga tidak mampu mengendalikan tubuhnya dan tidak dapat mempertahankan kesadarannya.
"Awalnya kan saya percaya sama dia gitu. Terus pas saya minum disitu saya udah gak sadarkan diri," katanya.
Baca Juga: Keluhan Bansos Menguat, Warga Neglasari Tulis Pesan Terbuka untuk Wali Kota Tangerang
Setelah tersadar, Bunga mengaku sudah dalam kondisi tidak mengenakan pakaian yang sebelumnya dia gunakan saat pergi ke kosan tersebut.
"Pas sadar itu saya posisinya pakai ini. Pakai apa sih? Kayak selimut. Jadi di selimutin, pakai selimut," cetusnya.
Bunga mengaku kaget karena sadar tidak lagi berbusana saat akan pergi ke kamar mandi, selain itu dia juga merasakan sakit di area kelamin dirinya.
"Saya mau ke kamar mandi tapi udah gak pake baju. Terus saya ke kamar mandi terus sakit dan sudah berdarah. Saya juga nangis di kamar mandi," ujarnya.
"Saya hampir jatuh di kamar mandi kan, kepala pusing, mungkin efek (obat-red) itu," imbuhnya.
Setelah itu, kata Bunga temannya yang membawa dirinya datang ke kosan tersebut mengirimkan vidio kejadian saat dirinya dirudapaksa.
"Pas selesai-selesai itu saya dikasih video. Videonya tuh, saya berhubungan, sama si Koko," cetusnya
"Vidionya itu, dikirim ke teman saya, terus teman saya ngirim lagi ke saya tapi cuma srkali liat dan gak bisa di simpen," imbuhnya.
Setelah menerima vidio tersebut, Bunga mengaku diancam oleh temannya agar tidak menceritakan kejadian itu kepada orang lain terutama teman-teman di lingkungannya.
"Dia ngomong gini. Kalau kamu bilang ke orang lain ini video akan saya sebarin," cetusnya.
Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Laporan telah masuk sejak tahun lalu, namun hingga kini belum ada penetapan tersangka.
Baca Juga: SIPANTAU Kota Tangerang Sabet Penghargaan Nasional Berkat Teknologi Canggih Pemantau Banjir
Pihak keluarga mendesak aparat penegak hukum untuk mempercepat proses penyelidikan mengingat dugaan adanya tindakan yang menyebabkan korban kehilangan kesadaran sebelum kejadian inti berlangsung.
"Saya ingin ada keadilan buat anak saya," tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan terkait perkembangan proses hukum kasus tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










