Banten

UEA Aktifkan Pertahanan Udara, Serangan Rudal dan Drone Iran Berhasil Dicegat

Rahmawati Huda | 28 Maret 2026, 11:54 WIB
UEA Aktifkan Pertahanan Udara, Serangan Rudal dan Drone Iran Berhasil Dicegat
UEA Aktifkan Pertahanan Udara, Serangan Rudal dan Drone Iran Berhasil Dicegat / Freefik

AKURAT BANTEN - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Uni Emirat Arab mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghadapi serangan dari Iran.

Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara dan jet tempur nasional dikerahkan untuk merespons ancaman rudal balistik serta drone yang diluncurkan pada Sabtu 28 Maret 2026.

Suara ledakan keras yang terdengar di sejumlah wilayah disebut sebagai hasil dari proses intersepsi terhadap rudal dan pesawat tak berawak yang berhasil dilumpuhkan di udara.

Baca Juga: Setelah Lebaran, Ini Penyakit yang Sering Muncul Akibat Pola Makan Berlebih! Ada Apa Saja?

Dalam laporan Metro TV, disebutkan bahwa sistem pertahanan udara UEA secara aktif mencegat ancaman tersebut.

Intersepsi dilakukan terhadap rudal balistik maupun drone, dengan dukungan jet tempur yang ikut menargetkan objek di udara sebelum mencapai wilayah daratan.

Pihak kementerian menegaskan bahwa sistem pertahanan mereka terus siaga penuh dalam menghadapi ancaman udara yang masuk.

Meski demikian, tidak dijelaskan secara rinci jumlah serangan yang berhasil dicegat dalam insiden terbaru ini.

Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan. Sebelumnya, Iran dilaporkan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Baca Juga: Berlaku 16 Maret 2026, Aturan Baru SPT Diterbitkan DJP untuk Perjelas Sistem Pelaporan Pajak

Sejak konflik meningkat, UEA juga dilaporkan telah mencegat ratusan rudal dan ribuan drone.

Langkah ini menunjukkan intensitas serangan yang tinggi sekaligus kesiapan sistem pertahanan negara tersebut dalam menjaga wilayahnya.

Hingga saat ini, situasi di kawasan masih terus dipantau. Eskalasi yang terjadi menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik dan dampaknya terhadap stabilitas regional maupun global.***


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.