Banten

Perang Iran Segera Damai? Operasi Militer Disebut Menlu AS Berakhir Dalam Hitungan Minggu

Cristina Malonda | 28 Maret 2026, 12:19 WIB
Perang Iran Segera Damai? Operasi Militer Disebut Menlu AS Berakhir Dalam Hitungan Minggu
Perang Iran Segera Damai? Operasi Militer Disebut Menlu AS Berakhir Dalam Hitungan Minggu (Reuters)

AKURAT BANTEN - Menyoroti konflik panas yang terjadi di Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio mengungkapkan bahwa operasi militer AS terhadap Iran kemungkinan akan berakhir dalam hitungan minggu, bukan bulan.

Pernyataan ini disampaikan Rubio pada Jumat (27/3/2026) sebelum meninggalkan Prancis, di mana ia menghadiri pertemuan para menteri luar negeri negara-negara G7.

Sebagai informasi G7, atau Group of Seven adalah kelompok negara dengan ekonomi maju yang terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.

Baca Juga: UEA Aktifkan Pertahanan Udara, Serangan Rudal dan Drone Iran Berhasil Dicegat

Pertemuan ini membahas sejumlah isu global, termasuk keamanan maritim dan konflik Timur Tengah.

Operasi Militer AS Lebih Cepat dari Jadwal

Rubio menyatakan bahwa operasi militer berjalan lebih cepat dari yang direncanakan.

“Kami lebih cepat dari jadwal dalam operasi ini dan berharap dapat menyelesaikannya tepat waktu, dalam hitungan minggu. Kemajuannya berjalan sangat baik,” ujarnya, dikutip dari kantor berita Anadolu.

Baca Juga: Berlaku 16 Maret 2026, Aturan Baru SPT Diterbitkan DJP untuk Perjelas Sistem Pelaporan Pajak

Seperti yang diketahui sejak 28 Februari, serangan udara AS dan Israel terhadap Iran menewaskan lebih dari 1.340 orang.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS.

Konflik ini menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar energi dan jalur pelayaran internasional. Dan juga kenaikan harga energi global dan mengganggu transportasi minyak melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: Israel Skeptis Damai, Iran Beri 5 Syarat Keras ke AS Untuk Berhenti Perang

Rubio mengungkap bahwa Washington hampir mencapai semua tujuan militernya dan menekankan bahwa konflik ini tidak akan berkepanjangan.

Ia juga mengklaim AS telah melemahkan kemampuan rudal, drone, dan kekuatan militer Iran tanpa melibatkan pasukan darat secara luas.

Meskipun operasi militer diperkirakan akan segera selesai, Rubio memperingatkan risiko baru. Salah satunya adalah kemungkinan Iran mencoba menerapkan sistem pungutan di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia.

Baca Juga: Kabar Terbaru! Gaji PNS April 2026 Harapan Naik Usai Lebaran Masih Menggantung

“Ini berbahaya bagi dunia dan penting bagi komunitas internasional untuk memiliki rencana menghadapi situasi ini,” tegasnya.

Upaya Diplomasi dan Proposal Perdamaian

Dalam upaya meredakan konflik, AS mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran, mencakup pengawasan program nuklir dan rudal balistik, serta keamanan maritim di Selat Hormuz.

Namun, Iran menolak proposal tersebut dan mengajukan lima syarat, termasuk penghentian serangan, jaminan tidak ada konflik lanjutan, pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz, serta kompensasi atas kerugian akibat perang.

Baca Juga: Pandeglang Diserbu Wisatawan, Lonjakan Kunjungan Capai Ratusan Ribu Saat Lebaran

Rubio menegaskan bahwa dalam pertemuan G7, respons terhadap isu Selat Hormuz cukup positif.

Ia menekankan bahwa negara-negara terdampak diharapkan mengambil tindakan untuk menjaga keamanan jalur strategis tersebut, dengan dukungan AS. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.