Israel Kian Tertekan! Houthi Sekutu Iran Gabung Perang, Kirim Rudal dari Yaman

AKURAT BANTEN - Israel kini menghadapi tekanan serius di tiga front sekaligus, setelah kelompok Houthi yang merupakan sekutu Iran dari Yaman ikut terlibat dalam konflik Iran vs AS-Israel.
Dilaporkan oleh militer Israel pada Sabtu malam (28/3/2026), bahwa pihaknya berhasil mencegat sebuah drone di atas kota pelabuhan Eilat.
Dugaan awal menyebut drone itu berasal dari arah selatan, yakni wilayah Yaman.
Baca Juga: Akhir Perang Iran Makin Dekat, Trump Optimistis Ekonomi Pulih Cepat
Menurut laporan media luar, The Guardian, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa kelompoknya telah melancarkan serangan besar-besaran ke Israel menggunakan rudal jelajah dan drone yang menargetkan instalasi militer.
Diketahui, serangan Houthi ini merupakan kali kedua dalam 24 jam terakhir, menandai eskalasi signifikan setelah mereka resmi bergabung dalam konflik.
Saree bersumpah operasi militer akan terus berlanjut hingga Israel menghentikan agresinya.
Baca Juga: Diserbu Wisatawan, Pantai Pandeglang Justru Tak Setor Retribusi ke Daerah
Namun, ancaman terbesar bagi Israel tetap berasal dari rudal balistik yang diluncurkan Iran.
Pada Minggu pagi, peringatan serangan rudal kembali dikeluarkan di wilayah selatan Israel, termasuk Negev, seiring potensi serangan yang terus berlanjut.
Sebelumnya, Sabtu lalu, sebuah serangan rudal dari Iran menghantam Beit Shemesh di Israel tengah, melukai 11 orang.
Sementara itu, pertempuran terberat terjadi di utara Israel, sepanjang perbatasan dengan Lebanon.
Militer Israel terus melakukan operasi untuk membentuk zona penyangga, menghadapi perlawanan Hizbullah, dan mencoba mendorong mereka menjauh dari garis perbatasan.
Keterlibatan Houthi juga menimbulkan ancaman strategis di Selat Bab al-Mandab, ujung selatan Laut Merah.
Baca Juga: Indonesia Tak Ikuti Malaysia, Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Masih Aman, Ini Alasannya
Jalur ini menjadi titik krusial bagi rantai pasokan energi dan perdagangan global di Timur Tengah.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebelumnya sudah menimbulkan kekhawatiran, dan jika Bab al-Mandab juga terancam, dampak ekonomi global bisa semakin parah.
Sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Arab Saudi telah mengalihkan sebagian ekspor minyak melalui pipa menuju Laut Merah. Para analis memperingatkan, jika jalur Bab al-Mandab terganggu, Arab Saudi berisiko terlibat langsung dalam konflik.
Baca Juga: AS dan Iran Siap Rundingkan Kesepakatan Damai Minggu Ini, Tanda Akhir Perang Sudah Dekat?
Farea Al-Muslimi, peneliti Timur Tengah di Chatham House, menegaskan bahwa keputusan Houthi bergabung dalam konflik regional menandai eskalasi serius.
Dampaknya terhadap jalur maritim utama, khususnya di Laut Merah dan Bab al-Mandab, tidak bisa diremehkan. Infrastruktur ekonomi dan militer di Teluk juga semakin rentan.
Konflik yang melibatkan Israel, Iran, Houthi, dan negara-negara Teluk ini menunjukkan bahwa Timur Tengah kini memasuki fase ketegangan baru, dengan potensi dampak ekonomi global yang semakin luas. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










