Banten

Serangan Israel di Markas UNIFIL Tewaskan Prajurit Indonesia, MUI Tuntut Pertanggungjawaban

Cristina Malonda | 30 Maret 2026, 16:39 WIB
Serangan Israel di Markas UNIFIL Tewaskan Prajurit Indonesia, MUI Tuntut Pertanggungjawaban
Serangan Israel di Markas UNIFIL Tewaskan Prajurit Indonesia, MUI Tuntut Pertanggungjawaban (ilustrasi/Istimewa)

AKURAT BANTEN - Misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), termasuk pasukan Indonesia, kembali berduka. Dikabarkan satu personel tewas dan seorang lainnya mengalami luka serius akibat ledakan proyektil di wilayah operasi mereka.

Menurut National News Agency (NNA) Lebanon, ledakan itu dipicu oleh serangan militer Israel pada hari Minggu. UNIFIL menyatakan insiden terjadi di dekat Adshit al-Qusayr, distrik Marjayoun.

“Kami masih belum mengetahui asal proyektil ini dan telah memulai penyelidikan untuk memastikan seluruh kondisi terkait,” ujar UNIFIL melalui akun resminya di X.

Baca Juga: Panas Konflik Hizbullah vs Israel, Prajurit Perdamaian Indonesia Gugur di Lebanon, PBB Desak Perlindungan Personel UNIFIL

Misi PBB menambahkan, “Seorang penjaga perdamaian meninggal secara tragis ketika proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Sementara satu personel lainnya mengalami luka kritis. Tidak seorang pun seharusnya kehilangan nyawa saat menjalankan tugas demi perdamaian.”

Belasungkawa terdalam disampaikan UNIFIL kepada keluarga, rekan, dan teman sejawat korban.

“Doa kami juga menyertai penjaga perdamaian yang terluka dan saat ini dirawat di rumah sakit,” imbuh pernyataan tersebut.

Baca Juga: Serunya Silaturahmi dan Salam-salaman Hari Pertama Masuk Sekolah, Pesan Kepsek: 'Disiplin Kunci Kesuksesan'

UNIFIL menegaskan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Tindakan semacam ini bahkan bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Laporan NNA menambahkan bahwa markas kontingen Indonesia di Adshit al-Qusayr menjadi sasaran penembakan artileri Israel.

Menyoroti kabar tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras serangan Israel ke Lebanon.

Baca Juga: Timur Tengah Makin Panas! Dunia Sudah Diambang Kiamat? Ini Daftar Negara dan Milisi Raksasa yang Siap Pasang Badan, Bantu Iran Gempur AS-Israel!

MUI mendesak pemerintah RI untuk menuntut pertanggungjawaban atas gugurnya seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi pasukan perdamaian PBB.

"Kepada pemerintah Indonesia agar mengambilkan langkah diplomatik yang tegas melalui jalur bilateral maupun multilateral guna menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini," kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Senin (30/3/2026).

Ketegangan di Lebanon selatan terus meningkat akibat serangan Israel yang menargetkan kelompok Hizbullah.

Baca Juga: Heboh! Pria Ditemukan Tewas Membeku di Freezer Kios Ayam Geprek Bekasi, Polisi Ringkus 2 Terduga Pelaku

Serangan ini disebut sebagai respons atas serangan kelompok milisi ke wilayah Israel, yang diklaim sebagai dukungan untuk Iran.

Selain serangan udara, Israel juga menurunkan pasukan darat di Lebanon selatan, dengan sejumlah tentara mereka tewas dalam bentrokan dengan Hizbullah.

Dalam situasi memanas, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich bahkan menyerukan pencaplokan wilayah Lebanon selatan.

Baca Juga: Pabrik Plastik di Gunung Putri Bogor Dilahap Api, Atap dan Bagunan Hangus Terbakar, Damkar Kewalahan Menunggu Bantuan Sektor Terdekat

Insiden ini menjadi pengingat serius tentang risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, termasuk kontingen Indonesia, sekaligus menekankan pentingnya perlindungan internasional bagi mereka yang berani menjalankan misi demi perdamaian dunia. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.