Sampah Menggunung Tutup Jalan Industri VIII Kota Tangerang, Akses Lumpuh dan Bau Menyengat

AKURAT BANTEN - Akses lalu lintas di Jalan Industri VIII, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, lumpuh sebagian akibat tumpukan sampah liar yang menggunung, Senin (30/3/2026).
Hingga pukul 15.34 WIB, gundukan sepanjang sekitar 15 meter masih melintang di badan jalan, memicu kemacetan serta aroma busuk yang menyengat.
Lonjakan sampah disebut terjadi drastis usai libur Lebaran. Yusuf (41), pekerja proyek di lokasi, mengaku terkejut dengan perubahan kondisi lingkungan yang sebelumnya relatif bersih.
"Sebelum puasa masih plong, sampah cuma sedikit. Habis Lebaran tiba-tiba numpuk, saya juga kaget," ujarnya.
Menurut Yusuf, tumpukan sampah kini telah menutup separuh badan jalan sehingga menghambat mobilitas kendaraan.
"Sekarang nutup jalan, setengah jalan ketutup. Jadi kadang macet juga," katanya.
Baca Juga: Serangan Israel di Markas UNIFIL Tewaskan Prajurit Indonesia, MUI Tuntut Pertanggungjawaban
Ia menduga pembuangan dilakukan secara diam-diam saat kondisi jalan sepi, terutama pada malam hari.
"Mungkin malam buangnya, jadi nggak ketahuan. Kalau siang mungkin takut," ucapnya.
Meski tidak melihat langsung, ia memperkirakan pelaku menggunakan sepeda motor.
Kondisi tersebut memaksa para pekerja tetap beraktivitas di tengah bau menyengat.
Baca Juga: Warga Parung Jaya Karang Tengah Hentikan Proses Pengurukan di RS Mandaya
"Bau, emang bau. Tapi ya mau gimana lagi, namanya kerja. Kita akal-akalin, sampah digeser sedikit biar bisa kerja," tambahnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kelurahan Pasir Jaya menegaskan lokasi tersebut bukan tempat pembuangan sampah (TPS) resmi. Lurah Pasir Jaya, Ardi Irawan, menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat.
"Lokasi tersebut bukan TPS. Namun karena kesadaran masyarakat yang masih kurang, masih banyak yang membuang sampah di situ," ujarnya.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Ayam Geprek di Bekasi, Polisi Temukan Bagian Tubuh Korban yang Dimutilasi di Bogor
Ardi menyebut pihaknya telah melakukan berbagai langkah, mulai dari pemasangan spanduk imbauan, penyisiran rutin bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga kerja bakti bersama warga.
"Kami juga sudah menginstruksikan RT dan RW untuk mengimbau warga. Bahkan kerja bakti sudah dilakukan," katanya.
Namun upaya tersebut belum efektif. Sampah disebut kembali menumpuk hanya dalam hitungan jam setelah diangkut.
"Setiap hari diangkut truk DLH, tapi siang atau sore muncul lagi. Kebanyakan yang buang itu pengguna jalan, baik motor maupun mobil, yang langsung melempar sampah," ungkap Ardi.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan karena berpotensi menimbulkan penyakit dan merusak lingkungan.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, memastikan timnya tetap bekerja di lapangan meski ia tidak meninjau langsung lokasi.
"Saya tidak di lokasi, tapi saya percaya tim saya terus bekerja," ujarnya.
DLH juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk menutup permanen titik pembuangan liar tersebut. Namun, realisasi rencana itu masih menunggu koordinasi lintas pihak.
Baca Juga: Misteri Rp50 Miliar di Balik Isu Ijazah Jokowi: Dokter Tifa Akhirnya Bongkar Fakta Sebenarnya!
"Rencana kami seperti itu. Tapi perlu komunikasi dan koordinasi dengan aparatur kewilayahan karena ini tanggung jawab bersama. Waktu pelaksanaannya nanti hasil permusyawaratan," pungkasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana








