Banten

Kedubes Iran Bereaksi Keras atas Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI dalam Misi UNIFIL di Lebanon

Cristina Malonda | 30 Maret 2026, 18:59 WIB
Kedubes Iran Bereaksi Keras atas Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI dalam Misi UNIFIL di Lebanon
Kedubes Iran Bereaksi Keras atas Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI dalam Misi UNIFIL di Lebanon (ilustrasi/Istimewa)

AKURAT BANTEN - Menyoroti kabar duka terkait seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dan gugur akibat serangan militer Israel di wilayah Lebanon Selatan.

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Iran yang menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Indonesia.

Melalui pernyataan resmi, Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyampaikan simpati atas gugurnya prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang sedang menjalankan tugas mulia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga: Curi Uang Sedekah dan Modal Dagang, Maling Ini Tinggalkan Surat di Rumah Korban: Maaf, Semoga Banyak Rezeki

“Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas wafatnya secara tragis seorang penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL," tulis keterangan resmi Kedubes Iran di Jakarta, Senin (30/3/2026). 

Iran juga mengecam keras serangan tersebut dan menilai tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. 

Dalam pernyataannya, Iran menyebut insiden ini sebagai bagian dari agresi berkelanjutan Israel yang disebut mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Menurut Iran, serangan terhadap personel penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. 

Baca Juga: Serangan Israel di Markas UNIFIL Tewaskan Prajurit Indonesia, MUI Tuntut Pertanggungjawaban

Mereka menegaskan bahwa tindakan tersebut harus diusut tuntas dan pelaku wajib dimintai pertanggungjawaban secara hukum internasional.

Pemerintah Indonesia Desak Investigasi PBB

Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono turut mengecam keras serangan yang menewaskan prajurit TNI tersebut. 

Korban diketahui bernama Farizal Romadhon, yang gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian dunia. Sementara tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut

Pernyataan tersebut disampaikan saat Mendagri mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang.

Baca Juga: Panas Konflik Hizbullah vs Israel, Prajurit Perdamaian Indonesia Gugur di Lebanon, PBB Desak Perlindungan Personel UNIFIL

Menanggapi kejadian ini, Indonesia bergerak cepat. Menteri Luar Negeri telah menginstruksikan perwakilan Indonesia di markas besar PBB di New York untuk segera mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh guna mengungkap sumber dan penyebab serangan.

Selain upaya diplomatik, pemerintah juga fokus pada proses pemulangan jenazah prajurit yang gugur. 

Perwakilan Indonesia di PBB dijadwalkan melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi urusan perdamaian PBB untuk membahas langkah lanjutan terkait insiden tersebut.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Ayam Geprek di Bekasi, Polisi Temukan Bagian Tubuh Korban yang Dimutilasi di Bogor

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik. 

Serangan terhadap personel PBB dinilai sebagai pelanggaran berat hukum internasional yang tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi.

Indonesia bersama komunitas internasional kini menunggu langkah konkret dari PBB untuk memastikan keadilan ditegakkan dan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.